Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengingatkan Suriah untuk bersiap menghadapi ancaman serangan senjata kimia yang akan dilancarkan AS. Negari Paman Sam dan sejumlah sekutunya sedang bersiap untuk meluncurkan serang rudal misil ke Suriah.
Siang ini, indeks Hang Seng di Hong Kong jatuh 206,68 poin (0,94%) ke level 21.798,64. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 3.994,464 atau turun 126 poin (3,06%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Turunnya harga kontrak komoditas, turunnya dolar dan Wall Street, serta meningkatnya ketegangan konflik Suriah menimbulkan sentimen negatif ke pasar modal," ujar Analis dari SMBC Nikko Securities Hiroichi Nishi dikutip dari AFP, Selasa (27/8/2013).
Indeks saham di Shanghai juga turun 3,91 poin (0,19%) ke level 2.092,57. Indkes Kospi di Korea turun 4,69 poin (0,25%) ke level 1.883,68.
Harga minyak siang ini ikut naik karena ketidakstabilan kondisi di Timur Tengah. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober 2013 naik 57 sen ke US$ 106,49 per barel. Minyak jenis Brent untuk pengiriman Oktober, harganya juga naik 45 sen menjadi US$ 111,18 per barel.
Analis dari IG Markets Singapura mengatakan, para investor mengantisipasi soal aksi AS kepada Suriah. "Dalam beberapa hari ini kita melihat sejumlah tindakan (ancaman senjata kimia), ini sangat mengkhawatirkan. Jadi sekarang tergantung dunia, apakah akan bersama-sama menghentikan rencana ini atau tidak. Investor masih bertanya-tanya," ujar analis tersebut.
Harga emas siang ini dikabarkan naik dari US$ 1.394,4 per ounce menjadi US$ 1.397,4 per ounce.
(dnl/dru)











































