Indeks S&P 500 ditutup di bawah rata-rata pergerakan 100 hari untuk pertama kalinya sejak 24 Juni, sinyal yang menunjukkan tren pelemahan. Situasi ini juga muncul akibat kekhawatiran dikuranginya program stimulus oleh The Federal Reserve.
Pasar juga terguncang setelah adanya kemungkinan serangan balasan dari negara-negara barat setelah pasukan al-Assad's menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil yang terdiri dari berbagai warga negara, seperti Inggris, Prancis, Kanada dan negara Timur Tengah lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi terganggunya suplai minyak di Timur Tengah akan mempengaruhi harganya sebagai komoditas utama," kata Grohowski.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 170,33 poin (1,14%) ke level 14.776,13. Indeks Standard & Poor's 500 turun 26,30 poin (1,59%) ke level 1.630,48. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 79,05 poin (2,16%) ke level 3.578,52.
(ang/ang)











































