Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menanjak 49,642 poin (1,23%) ke level 4.076,117. Investor lakukan aksi beli selektif di saham-saham yang valuasinya masih murah.
Pelaku pasar masih menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang sedang berlangsung sejak pagi tadi. Meski demikian, IHSG tetap pede melaju di zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sempat menanjak tinggi namun setelah itu lajunya sedikit melambat tapi masih bertahan di zona hijau gara-gara aksi ambil untung.. Saham-saham unggulan masih jadi incaran investor.
Menutup perdagangan, Kamis (28/8/2013), IHSG melonjak 77,118 poin (1,92%) ke level 4.103,593. Sementara Indeks LQ45 menanjak 15,032 poin (2,26%) ke level 680,013.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar 'mendadak' memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 50 bps menjadi 7%. Selain mematok BI Rate sampai 50 bps, Bank Sentral juga menaikkan suku bunga Lending Facility (LF) sebesar 25 bps menjadi 7%.
Reaksi pasar sempat membuat laju IHSG melambat sejenak, namun aksi beli jelang penutupan mengantarkan indesk sampai ke posisi tertingginya hari ini.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa akhirnya kompak menguat. Investor domestik lagi-lagi mendominasi aksi beli di tengah aksi jual investor asing.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 215.813 kali pada volume 5,344 miliar lembar saham senilai Rp 6,552 triliun. Sebanyak 199 saham naik, sisanya 67 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa regional menutup perdagangan hari ini dengan variatif cenderung menguat. Hanya bursa saham China yang melemah sendirian di zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 4,07 poin (0,19%) ke level 2.097,23.
- Indeks Hang Seng menguat 180,13 poin (0,84%) ke level 21.704,78. Â
- Indeks Nikkei 225 naik 121,25 poin (0,91%) ke level 13.459,71. Â
- Indeks Straits Times melonjak 33,81 poin (1,13%) ke level 3.037,99. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 11.950, Inovisi (INVS) turun Rp 250 ke Rp 1.000, Jasa Marga (JSMR) turun Rp 200 ke Rp 5.350, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 200 ke Rp 4.750.
(ang/dru)











































