IHSG Masih Tertekan Aksi Jual

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Tertekan Aksi Jual

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 03 Sep 2013 08:02 WIB
IHSG Masih Tertekan Aksi Jual
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin anjlok 93 poin gara-gara kembali maraknya aksi lepas saham oleh investor asing. Seluruh lapisan saham melemah dengan koreksi rata-rata lebih dari dua persen.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (2/9/2013), IHSG jatuh 93,856 poin (2,24%) ke level 4.101,233. Sementara Indeks LQ45 anjlok 22,248 poin (3,17%) ke level 678,818.

Sementara pasar saham Wall Street hari ini tidak berdagang karena libur menyambut hari raya nasional yaitu Labor Day.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa ada dukungan dari pasar saham Amerika Serikat (AS), bursa dalam negeri hari ini mengandalkan sentimen dari regional yang untungnya bergerak positif pagi ini. Namun dengan maraknya sentimen negatif dari dalam negeri diperkirakan IHSG masih akan lanjutkan pelemahan.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melonjak 175,76 poin (1,29%) ke level 13.748,68.
  • Indeks Straits Times naik 23,68 poin (0,78%) ke level 3.052,62. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
Di tengah menguatnya sebagian besar bursa regional, IHSG kemarin ditutup anjlok cukup dalam. Faktor penekan indeks terbesar adalah nilai tukar rupiah yang masih terus melemah. Kali ini pemicu melemahnya rupiah adalah defisit perdagangan yang terus melebar. Defisit perdagangan Juli 2012 bahkan mencapai rekor tertinggi, yakni US$ 2,3 miliar. Angka ini merupakan terburuk dalam sejarah. Hari ini kami melihat minimnya sentimen positif masih akan menekan IHSG. Kami proyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran 4.000-4.130.

eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -93.86 poin (-2.24%) ke 4,101.23 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.7 juta lot atau setara dengan Rp5.2 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.93%), sektor basic-industries (-4.13%), sektor construction and property (-2.56%), sektor consumer goods (-2.97%), sektor finance (-3.25%), sektor infrastructure (-2.31%), sektor mining (+1.24%), sektor misc-industries (-2.07%), dan sektor trade (-0.95%).

Tercatat sebanyak 74 saham mengalami penguatan, 187 saham mengalami penurunan, 83 saham tidak mengalami perubahan dan 141 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. SCMA (+7.00%), EMTK (+5.56%), PTBA (+5.37%), TBIG (+4.81%), dan ADRO (+3.23%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-5.63%), BBRI (-3.79%), ASII (-2.48%), PGAS (-4.63%), dan BBNI (-7.79%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 273 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, PGAS, BBNI, BMRI, dan INTP. Mata uang rupiah terdepresiasi Rp 11.371 per dolar AS.

Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin disertai dengan pelemahan volume. Di mana indikator RSI mulai kembali memasuki area oversold dan MACD yang masih berada pada area downtrend. Untuk hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed. Dengan support 4.000 dan resistance 4.260. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ADRO, BWPT, BWPT.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads