Utang Perusahaan Ini 'Bengkak' Gara-gara Dolar Melambung

Utang Perusahaan Ini 'Bengkak' Gara-gara Dolar Melambung

- detikFinance
Selasa, 03 Sep 2013 11:15 WIB
Utang Perusahaan Ini Bengkak Gara-gara Dolar Melambung
Jakarta - Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berimbas kepada naiknya utang-utang emiten berdenominasi dolar AS. Ujung-ujungnya, lonjakan utang ini bisa menggerus kinerja emiten.

Menurut hasil riset Fitch Ratings, melemahnya rupiah sebanyak 14% terhadap dolar sejak awal tahun ini semakin membebani emiten, terutama perusahaan yang biasa menyajikan laporan kinerja keuangan dalam bentuk rupiah tetapi utang-utangnya dalam bentuk dolar AS.

"Tapi beberapa perusahaan sudah ada yang menyiapkan untuk pembayaran utang ini sejak triwulan I-2013 sehingga risikonya semakin kecil," kata hasil riset Fitch Ratings yang dikutip detikFinance, Selasa (3/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan-perusahaan yang menurut Fitch akan terkena dampak melemahnya rupiah antara lain:

  • PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
  • PT Alam Sutera Tbk (ASRI)
  • PT Multipolar Tbk (MLPL)
  • PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
  • PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)

Fitch memprediksi perusahaan-perusahaan baru akan bisa melewati kerugian selisih kurs ini dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.

Menurut Fitch, LPKR dan ASRI, yang mayoritas utangnya berbentuk dolar AS sudah melindung nilai (hedging) 80% dari total utangnya sehingga imbas dari selisih kurs ini tidak akan terlalu besar.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads