Menurut hasil riset Fitch Ratings, melemahnya rupiah sebanyak 14% terhadap dolar sejak awal tahun ini semakin membebani emiten, terutama perusahaan yang biasa menyajikan laporan kinerja keuangan dalam bentuk rupiah tetapi utang-utangnya dalam bentuk dolar AS.
"Tapi beberapa perusahaan sudah ada yang menyiapkan untuk pembayaran utang ini sejak triwulan I-2013 sehingga risikonya semakin kecil," kata hasil riset Fitch Ratings yang dikutip detikFinance, Selasa (3/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR)
- PT Alam Sutera Tbk (ASRI)
- PT Multipolar Tbk (MLPL)
- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)
Fitch memprediksi perusahaan-perusahaan baru akan bisa melewati kerugian selisih kurs ini dalam jangka waktu 12 bulan ke depan.
Menurut Fitch, LPKR dan ASRI, yang mayoritas utangnya berbentuk dolar AS sudah melindung nilai (hedging) 80% dari total utangnya sehingga imbas dari selisih kurs ini tidak akan terlalu besar.
(ang/dru)











































