Meskipun keuntungan menurun, perseroan tetap membagikan dividen kepada para pemegang saham sebesar Rp 37 per lembar saham atau 15% (Rp 70 miliar) dari perolehan keuntungan di tahun 2012.
Corporate Communications Manager Diah Sasanawati mengatakan, penurunan keuntungan bersih disebabkan karena peningkatan biaya distribusi, penjualan dan administrasi serta biaya keuangan. Selain itu, banyaknya pemain baru membuat persaingan di industri semen semakin ketat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, kata dia, kinerja perusahaan untuk semester pertama tahun 2013 mengalami peningkatan dalam marjin laba kotor dari 33% menjadi 35% sebagai hasil dari program dari efisiensi energi yang dijalankan perusahaan.
Meskipun keuntungan bersih menurun, namun perseroan masih mencatatkan peningkatan pendapatan di semester pertama tahun 2013 sebesar Rp 4,48 triliun atau naik 7% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 4,191 triliun.
Kenaikan pendapatan ini disebabkan dari optimalisasi produk dan bauran distribusi untuk menjawab tantangan pasar yang bertambah pasokannya dari pertambahan kapasitas dan impor.
"Perbaikan dalam proses kerja dan inisiatif penghematan energi bersamaan dengan pemakaian batubara kalori rendah turut memberikan dampak yang positif," ujarnya.
(drk/ang)











































