Dolar Melonjak, Holcim Proyeksi Penjualan Semen Lesu

Dolar Melonjak, Holcim Proyeksi Penjualan Semen Lesu

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Selasa, 03 Sep 2013 14:54 WIB
Dolar Melonjak, Holcim Proyeksi Penjualan Semen Lesu
Bogor - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdampak pada industri-industri di dalam negeri tak terkecuali emiten industri dasar, PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB).

Di sepanjang tahun ini, kinerja perseroan masih akan terdepresiasi pelemah rupiah. Hingga akhir tahun 2013, perseroan memproyeksikan penurunan angka penjualan yang hanya sebesar 8 juta metrik ton atau lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai 8,4 juta metrik ton.

"Secara general kita seperti industri lainnya terkena dampak termasuk penjualan, meskipun bahan baku mostly lokal tapi beban juga naik, langkah drastis kita masih wait and see," kata Corporate Communications Manager Diah Sasanawati saat acara Halal Bihalal Perseroan, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, meskipun kondisi ekonomi Indonesia masih belum stabil, namun pihaknya optimis kinerja masih akan terus bertumbuh. Apalagi, banyaknya pemain baru dalam industri semen juga turut mempengaruhi penjualan perseroan.

"Faktor lain juga pasokan pasar yang berlebih, namun diperkirakan kondisi ekonomi seperti saat ini hanya bersifat sementara," ujarnya.

Selain menurunkan proyeksi penjualan, pangsa pasar semen Holcim juga diperkirakan akan turun menjadi 14,5% hingga akhir tahun ini dari tahun sebelumnya yang mampu mencapai 15,2%. Namun, pihaknya masih optimis tetap akan memimpin 3 besar pasar semen di Indonesia setelah Semen Indonesia dan Indocement.

"Market share sampai akhir tahun sedikit ada penurunan sekitar 1% di angka 14,5%," katanya.

Dia menambahkan, meskipun kondisi ekonomi belum pulih dan persaingan semakin ketat, namun permintaan masih akan tinggi mengingat tingginya populasi masyarakat Indonesia yang masih memerlukan bangunan hunian.

"Populasi di Indonesia begitu besar dan masih membutuhkan tempat tinggal yang layak jadi mereka tidak akan menyetop untuk pembangunan rumah, melakukan renovasi, misalkan mal juga masih tetap ramai tidak pernah sepi," kata dia.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads