Mengakhiri perdagangan, Selasa (2/9/2013), IHSG ditutup melompat 62,779 poin (1,53%) ke level 4.164,012. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 12,576 poin (1,85%) ke level 691,394.
Wall Street berhasil menguat didorong data manufaktur Amerika Serikat (AS) yang positif. Sayangnya penguatan ini terhambat oleh rencana penyerangan AS ke Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa menguat meski dibayangi oleh aksi ambil untung. Belum ada sentimen positif yang bisa mendorong indeks melaju kencang.
Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 turun 98,40 poin (0,70%) ke level 13.880,04. Β
- Indeks KOSPI melemah 4,08 poin (0,21%) ke level 1.929,66. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup menguat mengikuti sentiment positif dari bursa regional Asia yang naik didorong oleh indeks manufaktur dari China dan Eropa yang menunjukan keberlangsungan ekspansi manufaktur. Diberitakan manufaktur China bulan Agustus tumbuh tertinggi sejak 16 bulan terakhir (51 Vs 50.3 Konsensus) sedangkan manufaktur Eropa tumbuh menjadi 51.4 melebihi proyeksi yang sebesar 51.3. Untuk IHSG sendiri kami melihat masih akan bergerak volatile dalam beberapa hari mendatang. Praktis IHSG masih dibayangi oleh sentiment negatif dari defisit perdagangan serta nilai tukar rupiah yang masih melemah. Saham sektor komoditas dalam beberapa hari terakhir tampaknya bergerak menguat sebagai imbas dari menguatnya dollar. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas dibayangi oleh potensi aksi ambil untung. Kisaran support-resistance 4.120-4.200.
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +62.78 poin (+1.53%) ke 4,164.01 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.9 juta lot atau setara dengan Rp4.5 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+3.34%), sektor basic-industries (+1.55%), sektor construction and property (+0.97%), sektor consumer goods (+1.35%), sektor finance (+1.63%), sektor infrastructure (+2.38%), sektor mining (+2.45%), sektor misc-industries (+0.00%), dan sektor trade (+0.93%).
Tercatat sebanyak 195 saham mengalami penguatan, 81 saham mengalami penurunan, 64 saham tidak mengalami perubahan dan 145 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. PGAS (+5.83%), BMRI (+4.48%), UNVR (+2.94%), TLKM (+2.33%), dan BBRI (+3.15%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. GGRM (-2.12%), CPIN (-2.44%), BBCA (-0.56%), INVS (-13.04%), dan EPMT (-5.71%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp126 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBCA, ADRO, SMGR, INTP, dan INDF. Mata uang Rupiah terdepresiasi 11,445 per Dollar AS.
Secara teknikal penguatan IHSG kemarin merupakan konsolidasi. Indikator Moving average menghasilkan sinyal sideways dan volume yang meningkat. Untuk hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak mixed. Dengan support 4.000 dan resistance 4.260. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: INDY, PTRO, SIMP.
(ang/ang)











































