"Kalau saya menilai BI dapat memahami kenapa pasar tidak langsung merespon kenaikan BI rate tersebut," kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo ditemui di Kantor Pusat PLN, Jumat (6/9/2013).
Dikatakan Agus, namun sebetulnya yang dilakukan oleh BI di tengah tekanan terhadap rupiah tidak hanya melakukan penyesuaian terhadap suku bunga acuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi tekanan fundamental global tersebut kata Agus, maka BI tidak hanya merespon dengan melakukan penyesuaian bunga, tetapi juga mengeluarkan berbagai kebijakan makro.
"BI merespon dengan mengatur loan to velue, BI juga mengatur supervision atas perbankan, hal ini bertujuan supaya bank-bank di Indonesia bisa kita lihat mana bank yang tidak liquid dan mana bank yang modalnya kurang," katanya.
Tujuan BI mengeluarkan banyak kebijakan itu, kata Agus akan dapat membuat pasar valuta asing lebih aktif lagi.
"BI mengeluarkan banyak aturan-aturan ini untuk lebih membuat aktif luar dan dalam pasar valuta asing, ini semua akan kelihatan aktif. Nanti malam BI juga akan mengeluarkan cadangan devisa yang ada di BI, nanti akan kita umumkan dan kita akan dapat melihat kondisi ekonomi Indonesia sesungguhnya," tandas Agus.
(rrd/dru)











































