Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (9/9/2013), IHSG ditutup melesat 118,904 poin (2,92%) ke level 4.191,258. Sementara Indeks LQ45 ditutup meroket 24,794 poin (3,67%) ke level 700,853.
Semalam Wall Street naik cukup tinggi dengan Nasdaq menembus posisi tertingginya sejak September 2000. Positifnya data ekonomi China memberikan optimisme akan kesehatan ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih mampu lanjutkan penguatan dibantu positifnya bursa global dan regional. Saham-saham unggulan akan kembali jadi incaran investor.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 177,71 poin (1,25%) ke level 14.382,94. Β
- Indeks KOSPI naik 10,93 poin (0,55%) ke level 1.985,60. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +118.90 poin (+2.92%) ke 4,191.26 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.8 juta lot atau setara dengan Rp 5.8 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.51%), sektor basic-industries (+5.28%), sektor construction and property (+3.88%), sektor consumer goods (+2.23%), sektor finance (+4.37%), sektor infrastructure (+2.82%), sektor mining (+1.25%), sektor misc-industries (+2.16%), dan sektor trade (+1.14%).
Tercatat sebanyak 200 saham mengalami penguatan, 57 saham mengalami penurunan, 68 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBCA (+6.25%), BBRI (+6.67%), TLKM (+4.27%), ASII (+2.63%), dan BMRI (+3.73%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ITMG (-2.97%), EXCL (-2.42%), BATA (-18.18%), TSPC (-2.29%), dan HERO (-2.36%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp63 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, SMGR, BBCA, PTPP, dan INDF. Mata uang Rupiah terdepresiasi 11,384 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin didukung dengan peningkatan volume. Indikator MACD dan stochastic menghasilkan sinyal golden cross mengindikasikan untuk hari ini IHSG berpotensi menguat. Dengan support 4.000 dan resistance 4.300. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBCA, BWPT, SMGR.
Trust Securities
Rilis data-data perdagangan China di akhir pekan kemarin dan dilanjutkan pada awal pekan turut memberikan amunisi baru bagi bursa saham regional. Terlihat mayoritas bursa saham regional masih melanjutkan kenaikannya. Kali ini, IHSG pun ikut terimbas positifnya bursa saham Asia sehingga mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan kali ini sangat berbeda dari hari-hari sebelumnya yang hanya naik tipis. Kali ini, IHSG dapat menguat cukup signifikan. Pelaku pasar yang sebelumnya tidak cutloss, kemungkinan dapat tersenyum dengan penguatan yang terjadi. Meski dari sisi internal belum cukup ada amunisi baru namun, kembalinya asing mencatatkan nett buy cukup membantu penguatan IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4191,26 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4102,42 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4191,26. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Selasa (10/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4075-4135 dan resistance 4215-4221. Berpola menyerupai morning star dekati middle bollinger bands (MBB). MACD mencoba naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba bertahan rebound di atas area oversold. Di satu sisi, senang terhadap pencapaian IHSG yang berhasil melewati kisaran target resisten kami (4118-4132) namun, di sisi lain agak khawatir dengan gap yang terbentuk di level 4072-4102. Kita harapkan IHSG menutup gap berikutnya di 4259-4310 sehingga masih ada kesempatan untuk naik.
(ang/ang)











































