"Rencana perceraian masih berjalan dan itu di luar kontrol perusahaan," kata salah satu juru bicara Bumi PLC seperti dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (11/9/2013).
Dalam rapat pemegang saham sebelumnya, Bumi menyatakan akan mulai memproses perceraian ini mulai Agustus dan voting akan dilakukan September. CEO Bumi PLC Nick von Schirnding menyatakan kesepakatan cerai ini sudah final.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui Grup Bakrie sudah memenangkan pertarungan dengan Nathaniel Rothschild atas Bumi PLC dalam RUPSLB yang digelar di Inggris, London, Februari lalu.
Atas kemenangan itu, Bakrie Group harus menyiapkan dana senilai US$ 278 juta (Rp 2,64 triliun) untuk membeli kembali (buyback) seluruh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang dipegang Bumi PLC.
Oktober tahun lalu, Grup Bakrie memutuskan untuk putus hubungan dengan Rothschild dan Bumi PLC. Namun kesepakatan perceraiannya sudah banyak berubah sejak RUPSLB yang digelar di Inggris awal tahun ini.
Kesepakatan terakhir adalah PT Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN), yang dikendalikan Komisaris Bumi Samin Tan, membeli 24% saham Bumi PLC dari Grup Bakrie senilai US$ 223 juta.
Setelah itu Grup Bakrie akan membeli 29% saham BUMI yang dipegang Bumi PLC senilai US$ 501 juta. Hal ini membuat para analis pesimistis Grup Bakrie bisa menyediakan uang sebanyak itu dalam waktu dekat.
Pada November 2010 silam, Vallar Plc, perusahaan raksasa milik keluarga Rothschild mengambil alih 75% saham PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dan 25% saham BUMI senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 27 triliun.
Vallar Plc merupakan perusahaan investasi milik keluarga Rothschild yang merupakan bankir terkaya di dunia. Kala itu, Vallar baru saja menggelar IPO raksasa di Bursa London senilai US$ 1,07 miliar atau Rp 9 triliun pada Juli 2010.
BNBR menandatangani perjanjian jual beli dengan Vallar Plc untuk melepaskan 5,2 miliar saham BUMI di Rp 2.500 untuk mendapatkan 90,1 juta saham baru Vallar, di mana BNBR akan menerima 50,5 juta saham baru di Vallar seharga 10 poundsterling per saham.
Setelah transaksi itu, BNBR menjadi induk usaha Vallar Plc, sedangkan Vallar Plc akan menjadi pemegang 25% saham BUMI. Vallar Plc pun berganti nama menjadi Bumi Plc.
(ang/dnl)











































