Mengawali perdagangan, IHSG dibuka melaju 35,063 poin (0,80%) ke level 4.393,068 disemangati oleh bursa Asia yang rata-rata positif. Sejak awal pekan ini indeks terus menguat hingga kali ini hampir mencapai level 4.400.
Saham-saham unggulan masih terus menanjak meski sudah naik cukup tinggi. Setelah sampai ke posisi tertingginya hari ini di 4.404,745 indeks langsung kena aksi ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi beli investor pun dihadang oleh profit taking. Sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang pagi tadi rata-rata menguat kini bergerak variatif.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 136.472 kali pada volume 3,745 miliar lembar saham senilai Rp 3,59 triliun. Sebanyak 116 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 82 saham stagnan.
Kondisi serupa juga terjadi di bursa-bursa regional. Pagi tadi rata-rata masih menguat, bursa Asia siang ini bergerak mixed.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 14,06 poin (0,63%) ke level 2.252,04. Â
- Indeks Hang Seng turun 10,32 poin (0,04%) ke level 22.966,33. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 101,92 poin (0,71%) ke level 14.525,28. Â
- Indeks Straits Times melemah 10,06 poin (0,32%) ke level 3.113,83. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 500 ke Rp 11.600, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 40.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 250 ke Rp 17.250, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 12.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 19.850, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 500 ke Rp 14.000, Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 6.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 32.550.
(ang/dnl)











































