Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 19,235 poin (0,44%) ke level 4.330,184. Posisi IHSG yang sudah jenuh beli jadi ajang profit taking.
Pelaku pasar menunggu pengumuman Bank Indonesia (BI) terkait tingkat suku bunga acuan alias BI Rate. Aksi profit taking yang kemarin terjadi berlanjut lagi membuat indeks jatuh ke posisi terendahnya di 4.318,595.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (12/9/2013), IHSG naik tipis 0,871 poin (0,02%) ke level 4.350,290. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 2,348 poin (0,32%) ke level 733,842.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli selektif meski tidak terlalu ramai terjadi. Di sisi lain, aksi ambil untung di saham-saham lapis dua juga masih terjadi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 123.033 kali pada volume 3,5 miliar lembar saham senilai Rp 3,285 triliun. Sebanyak 161 saham naik, sisanya 68 saham turun, dan 73 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih mixed hingga siang hari ini tapi sudah cenderung menguat. Hanya bursa saham Jepang yang masih melemah.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,11 poin (0,09%) ke level 2.243,37.
- Indeks Hang Seng menguat 55,90 poin (0,24%) ke level 22.993,04.
- Indeks Nikkei 225 melemah 37,35 poin (0,26%) ke level 14.387,72.
- Indeks Straits Times bertambah 16,08 poin (0,52%) ke level 3.124,27.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 30.350, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 450 ke Rp 6.450, Siloam (SILO) naik Rp 300 ke Rp 9.300, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 13.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 1.350 ke Rp 31.650, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 19.400, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 21.400, dan Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 13.550.
(ang/dnl)











































