Lalu, apa penyebab IHSG anjlok akhir-akhir ini? Berikut penjelasan Direktur Utama BEI Ito Warsito dalam acara HSBC Wealth Discovery di Hotel Ritz Carlton Pacific Place di Jakarta, Kamis (12/9/2013).
"Kita optimistis prospek investasi di saham walaupun kita masih akan mengalami krisis. Contohnya akhir Mei 2013 kalau kita gunakan IHSG sebagai patokan, kita naik cukup tinggi," kata Ito.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari eksternal, ada isu soal rencana Bank Sentral AS The Fed mengurangi pasokan uang ke pasar ekonomi AS.
"Isu akan dikurangi pasokan uang dan chairman The Fed akan diganti dan salah satu calonnya orang yang anti Quantitative Easing (QE) ini membuat atmosfir ekonomi AS kurang kondusif sehingga fund manager lokal khawatir kalau dia terpilih maka pasokan berkurang," ujar dia.
Terkait hal itu, para Fund Manager berpikir menarik dana di pasar modal, akibatnya negara di semua emerging market itu menjual investasi termasuk Indonesia sehingga harga saham turun.
"Pasar modal kebanyakan suplai sehingga harga saham turun sampai hari ini," katanya.
Menurut Ito, faktor kedua lebih krusial, yaitu kondisi ekononi Indonesia sendiri. Data statistik defisit neraca perdagangan menunjukkan, Indonesia lebih banyak impor daripada ekspor.
"Sekarang tergantung pemerintah bagaimana untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor, ekonomi itu sebenarnya mudah antara supply dan demand saja. Kebijakan Kemenperin dan Kemendag harus mengurangi impor, kuncinya di situ," tandasnya.
(drk/ang)











































