Menkeu Optimis Indeks Saham Tembus Level 1.000

Menkeu Optimis Indeks Saham Tembus Level 1.000

- detikFinance
Rabu, 03 Nov 2004 21:53 WIB
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Jusuf Anwar optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) bisa tembus ke level 1.000 karena melihat tren bursa global yang sedang bullish (naik). Sedangkan penutupan transaksi saham Rabu,(3/11/2004) IHSG telah berada di rekor baru 890,365.“Kalau IHSG sudah menembus 9 angka (level 900) tidak sulit untuk menuju level 1.000, karena melihat tren bursa global naik. Apalagi kalau menurut Fengshui angka 9 itu angka bagus,” kata Menkeu Jusuf Anwar disela acara pertemuan dengan pelaku pasar modal di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu,(3/11/2004).Maka itu kata Jusuf, untuk terus meningkatkan minat dari investor baik asing maupun lokal, pemerintah akan berupaya memperbaiki iklim investasi yang nyaman untuk bisnis di Indonesia. Selain itu juga menyelaraskan kebijakan moneter dan fiskal sehingga tingkat efisiensi tercapai, pendapatan pemerintah meningkat, menghindari kebocoran anggaran dan penyelundupan hingga nol persen.Selain itu untuk kasus-kasus yang ada di pasar di pasar modal juga akan dijadikan benchmark (patokan) yang selama ini diakui banyak mentok di Bapepam. “Karena pasar modal itu cikal bakal governance) jadi harus menganut transparansi, akuntabilitas dan fairness,” ujarnya.Secara terpisah Frederick Wattimena, Presdir PT Citigroup Securities Indonesia, Citigroup Asset Management menilai, tembusnya ke level 1.000 tinggal menunggu waktu. Hal ini didasari oleh terjadinya rally (kenaikan saham yang terus berlanjut) untuk bursa global dan regional. Apalagi harga saham di Indonesia masih lebih rendah dibanding saham negara Asia (regional) lainnya. “Harga saham di BEJ masih cukup murah untuk regional ditambah tingkat inflasi yang rendah serta kapasitas terpasang industri di Indonesia belum maksimal, sehingga masih cukup ruang IHSG tembus ke level 1.000,” katanya.Frederick juga menilai, sudah selesainya pemilu yang terjadi beberapa negara terutama AS, akan membuat indeks di Wallstreet mengalami bullish yang nantinya akan berdampak terhadap kondisi bursa di seluruh dunia.Diakui, faktor utama yang membuat bursa saham bullish sangat tergantung dari tingkat kepercayaan (confident) investor. Pada bursa di Indonesia naiknya indeks juga terlihat dari meningkatnya minat beli asing (net buying).“Maka itu pemerintah harus menjaga momentum ini dengan membuat dan menjaga kondisi ekonomi ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads