Telkom Rencanakan Percepatan Pembayaran Utang
Rabu, 03 Nov 2004 22:27 WIB
Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana mempercepat pembayaran utang dalam bentuk valas pada tahun 2005. Utang dalam valas tersebut ditargetkan bisa turun di bawah 50 persen dari yang saat ini masih di atas 50 persen.“Pre payment akan dilakukan lagi tahun depan sekarang Telkom fokus ke penerbitan MTN (Medium Term Notes) dulu,” kata Direktur Keuangan Telkom, Reynaldi Firmansyah di sela acara pertemuan Menteri Keuangan Jusuf Anwar dengan pelaku pasar modal di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu,(3/11/2004). Saat ini, aku Reynaldi, Telkom baru melakukan pembicaraan informal kepada kreditur untuk percepatan pembayaran utang tersebut. “Baru sekedar ngobrol-ngobrol, masih negosiasi ada yang dengan lokal ada juga yang asing,” ujarnya.Mengenai penerbitan MTN senilai US$ 147 juta diharapkan bisa dilakukan satu minggu setelah lebaran. Telkom telah menunjuk empat arranger untuk penerbitan MTN ini yaitu PT Bahana Securities, PT BNI Securities, PT Mandiri Sekuritas dan PT ABN Amro Securities.Setelah penerbitan MTN ini, kata Reynaldi, utang valas Telkom akan berkurang menjadi US$ 750 juta atau volumenya sekitar 55 persen. Utang tersebut memiliki waktu jatuh tempo hingga 2007. “Diharapkan dengan adanya refinancing lagi tahun depan utang valas bisa turun dibawah 50 persen,” ujarnya. Pembiayaan refinancing tahun depan itu menurutnya, bisa dilakukan dengan penerbitan obligasi rupiah. “Tapi ini baru kemungkinan-kemungkinan, semuanya masih belum pasti, karena kita ingin menyelesaikan MTN dulu,” katanya. Pelanggan Seluler Telkom Bisa Lampaui TargetPada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Telkom Tbk, Kristiono mengaku optimis target pelanggan seluler Telkom melalui Telkomsel pada tahun 2004 ini akan melampaui target sebesar 5 juta pelanggan.Pasalnya, hingga September 2004, jumlah pelanggan seluler telah mencapai 4 juta lebih. Sedangkan khusus untuk bulan Oktober 2004 saja jumlah pelanggan telah bertambah 700 ribu. “Oktober saja jumlah pelanggan seluler 700 ribu. Saya optimis targetnya bisa melebihi 5 juta pelanggan baru,” kata Kristiono.Pada akhir tahun 2003 jumlah pelanggan seluler Telkom mencapai 9,6 juta dimana untuk tahun 2004 ini ditargetkan terdapat 5 juta pelanggan baru. Sedangkan untuk telepon tetap (fixed line sampai akhir tahun ini diharapkan mencapai 1,5 juta satuan sambungan telepon.Untuk tahun 2005 menurut Kristiono, Telkom tetap menargetkan jumlah pelanggan seluler baru sama seperti tahun ini sebesar 5 juta, sedangkan target telepon flexi 1,5 juta pelanggan.“Telkom berupaya mempertahankan pangsa pasar (market share) seluler di atas 50 persen, dimana saat ini sebesar 51 persen,” ujarnya. Total biaya investasi (capital expenditure/capex) tahun 2005 untuk grup Telkom diproyeksikan Rp 10 triliun. Sebagian besar dananya berasal dari internal perusahaan, dimana jika diperlukan tambahan Telkom akan mencari pendanaan lain. Sampai akhir tahun 2004 ini, menurut Kristiono, Telkom pertumbuhan secara konsolidasi sebesar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
(mar/)











































