Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 11.500 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.480 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 19,235 poin (0,44%) ke level 4.330,184. Posisi IHSG yang sudah jenuh beli jadi ajang profit taking.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama berselang indeks berhasil menanjak ke zona hijau berkat aksi beli. Secara perlahan indeks menanjak sampai 4.372,103 posisi tertingginya hari ini.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 0,871 poin (0,02%) ke level 4.350,290 setelah sempat fluktuatif pagi tadi. Indeks investor masih menunggu hasil rapat Bank Indonesia (BI).
Bank sentral akhirnya memutuskan mengubah BI Rate naik 25 bps menjadi 7,25%. Perubahan tingkat suku bunga acuan ini direspon datar oleh pelaku pasar modal.
Menutup perdagangan, Kamis (12/9/2013), IHSG naik tipis 7,186 poin (0,17%) ke level 4.356,605. Sementara Indeks LQ45 menipis 1,606 poin (0,22%) ke level 734,584.
Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli selektif meski tidak terlalu ramai terjadi. Di sisi lain, aksi ambil untung di saham-saham lapis dua juga masih terjadi.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 156,68 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 199.793 kali pada volume 5,145 miliar lembar saham senilai Rp 5,634 triliun. Sebanyak 158 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan dengan mixed hari ini dengan cenderung menguat. Hanya bursa saham Jepang yang gagal menguat.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 14,34 poin (0,64%) ke level 2.255,60. Â
- Indeks Hang Seng bertambah 16,58 poin (0,07%) ke level 22.953,72. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 37,80 poin (0,26%) ke level 14.387,27. Â
- Indeks Straits Times menguat 16,46 poin (0,53%) ke level 3.124,65. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.100 ke Rp 31.000, Nipress (NIPS) naik Rp 950 ke Rp 9.150, Siloam (SILO) naik Rp 650 ke Rp 9.650, dan Maskapai Reasuransi (MREI) naik Rp 550 ke Rp 2.800.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 2.150 ke Rp 30.850, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 19.250, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 13.400, dan Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 11.500.
(ang/dnl)











































