Twitter sendiri belum tidak mau berkomentar banyak, selain hanya mengumumkan sudah melaporkan seluruh keperluan IPO tersebut kepada otoritas bursa melalui kicauan alias tweet yang di-posting oleh manajemen.
Para investor yang memang menunggu-nunggu masuknya Twitter ke lantai bursa memprediksi kapitalisasi pasarnya bisa lebih dari US$ 10 miliar dengan target laba US$ 583 juta (Rp 5,8 triliun), berdasarkan konsultan periklanan eMarketer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa Twitter ingin menjadi perusahaan mandiri yang besar. Mereka ingin jadi bahan berita terbesar di abad 21 ini," katanya seperti dikutip dari CNBC, Jumat (13/9/2013).
Ia juga menekankan, Twitter ini sangat jauh berbeda dengan Facebook. "Twitter ini masih kecil. Masih banyak ruang ntuk berkembang lebih besar lagi," katanya.
Ia juga yakin IPO Twiiter ini tidak akan berujung seperti Facebook yang sahamnya langsung jeblok tak lama setelah masuk bursa. Semua itu berkat inovasi yang dilakukan oleh manajemen.
"Mereka ini sudah berhasil mengawinkan sosial media dan jurnalisme," tambahnya.
Twitter sudah menjadi fenomena besar dalam beberapa tahun terakhir. Sampai saat ini ada sebanyak 60 juta unique visitor (UV) setiap bulannya di jejaring sosial ini.
(ang/dnl)











































