Twitter Bisa Raup Rp 200 Triliun Lewat Jual Saham di Bursa?

Twitter Bisa Raup Rp 200 Triliun Lewat Jual Saham di Bursa?

- detikFinance
Jumat, 13 Sep 2013 14:39 WIB
Twitter Bisa Raup Rp 200 Triliun Lewat Jual Saham di Bursa?
Foto: Reuters
Jakarta - Raksasa jejaring sosial Twitter sudah mengirimkan dokumen untuk melangsungkan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) ke Securities and Exchange Commission (SEC). Nilai IPO-nya diperkirakan ada di rentang US$ 10-20 miliar (Rp 100-200 triliun).

Twitter sendiri belum tidak mau berkomentar banyak, selain hanya mengumumkan sudah melaporkan seluruh keperluan IPO tersebut kepada otoritas bursa melalui kicauan alias tweet yang di-posting oleh manajemen.

Para investor yang memang menunggu-nunggu masuknya Twitter ke lantai bursa memprediksi kapitalisasi pasarnya bisa lebih dari US$ 10 miliar dengan target laba US$ 583 juta (Rp 5,8 triliun), berdasarkan konsultan periklanan eMarketer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Presiden Direktur Buzzfeed Jon Steinberg punya pendapat lain. Ia memprediksi angka sebanyak itu hanya dana minimal yang akan diraup lewat IPO. Bahkan, ia menilai Twitter layak dapat US$ 20 miliar dari aksi korporasi tersebut.

"Saya rasa Twitter ingin menjadi perusahaan mandiri yang besar. Mereka ingin jadi bahan berita terbesar di abad 21 ini," katanya seperti dikutip dari CNBC, Jumat (13/9/2013).

Ia juga menekankan, Twitter ini sangat jauh berbeda dengan Facebook. "Twitter ini masih kecil. Masih banyak ruang ntuk berkembang lebih besar lagi," katanya.

Ia juga yakin IPO Twiiter ini tidak akan berujung seperti Facebook yang sahamnya langsung jeblok tak lama setelah masuk bursa. Semua itu berkat inovasi yang dilakukan oleh manajemen.

"Mereka ini sudah berhasil mengawinkan sosial media dan jurnalisme," tambahnya.

Twitter sudah menjadi fenomena besar dalam beberapa tahun terakhir. Sampai saat ini ada sebanyak 60 juta unique visitor (UV) setiap bulannya di jejaring sosial ini.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads