Ini Cara Miliuner Anthoni Salim Akuisisi Perusahaan Asing dalam 3 Hari

Ini Cara Miliuner Anthoni Salim Akuisisi Perusahaan Asing dalam 3 Hari

- detikFinance
Senin, 16 Sep 2013 13:51 WIB
 Ini Cara Miliuner Anthoni Salim Akuisisi Perusahaan Asing dalam 3 Hari
Foto: Anthoni Salim/Forbes
Jakarta - PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) kembali membeli saham China Minzhong Food Corporation Limited (CMFC).

Indofood telah menaikkan kepemilikan saham di Minzhong menjadi 33,49% atau sebanyak 219,5 juta lembar saham. Minzhong Food merupakan perusahaan pengolahan sayuran terintegrasi asal China yang terdaftar di Bursa Efek Singapura.

Bisnis Minzhong mencakup budidaya, pengolahan, sampai penjualan. Produknya antara lain sayuran olahan dan sayuran segar. Produk tersebut dipasarkan untuk domestik dan ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di balik akuisisi tersebut ternyata ada cerita menarik dari sang miliuner pemilik Indofood, Anthoni Salim.

Seperti dilansir dari Forbes, Senin (16/9/2013), sebuah 'permainan' memukau dan alot terjadi di Bursa Efek Singapura di bulan lalu. Taruhan harga tinggi sampai ping-pong dimainkan dan ternyata ada kejutan dimana pemenangnya adalah orang terkaya keempat di Indonesia, Anthoni Salim.

Sedikit flashback, pada pertengahan Agustus lalu, perusahaan yang berbasis di California yakni Glaucus Research baru saja menjadi 'pemenang' setelah laporannya membuat perusahaan yang berbasis di Hong Kong, China Metal Recycling 'jeblok'. Perusahaan tersebut siap kembali 'berperang' dengan mengeluarkan laporan mengerikannya. Kali ini Glaucus mengincar Minzhong Food.

Berikut alur cerita singkatnya:

26 Agustus 2013

Glaucus mengeluarkan laporan yang memukul keras penjualan Minzhong. Laporan tersebut kurang lebih berisi tentang terjadinya fraud, dan neraca yang anjlok.

Laporan tersebut membuat saham Minzhong jeblok hingga 48% dalam tempo 2 jam. Sebanyak 25 juta lembar saham dilepas para pemegang sahamnya di Bursa Efek Singapura.

29 Agustus 2013

Investor merasa telah lumpuh. Dua rumah broker telah berhenti mengakumulasi saham Minzhong. Minzhong cukup defensif dengan mengatakan ada kesalahan di model bisnisnya. Minzhong pun memperpanjang penghentian perdagangan. Sementara sektor makanan China sahamnya pun berguguran.

1 September 2013

Minzhong kembali 'pincang' setelah Glaucus mengeluarkan dokumen pendukung yang membuat perusahaan kian terguncang.

2 September 2013

Setelah Glaucus beraksi dengan dokumen pendukung, orang terkaya Indonesia keempat Anthoni Salim melalui Indofood Sukses Makmur yang telah memiliki 29,3% saham Minzhong tiba-tiba lompat ke pasar. Indofood mengumumkan penawaran umum saham Minzhong di harga US$ 1,12 per saham dimana angka tersebut sama dengan ketika Indofood membelinya dari perusahaan investasi Singapura di awal tahun lalu.

Indofood saat ini telah meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 33,5% dengan mengakuisisi 25,6 juta sahamnya. Harga penawaran didiskon hingga 26% untuk nilai aset bersih tetapi investor melihatnya sebagai angka yang cukup tinggi. Dalam waktu satu setengah jam, Indofood berhasil meraih 69,5 juta lembar saham atau 10,6% dari modal Minzhong.

3 September 2013

Minzhong mengeluarkan pernyataan bantahan bahwa apa yang dilaporkan Glaucus itu tidak benar dan Minzhong telah memenuhi segala persyaratan dan peraturan yang berbeda di Singapura dan China. Sehingga, terdapat perbedaan juga dalam laporan keuangannya.

Sementara, Indofood kembali menambah saham hingga 49,4 juta lembar atau 7,5% lebih saham Minzhong. Kini Indofood memiliki 51,6% saham yang ditempatkan.

Hanya dalam 3 hari, gerakan kaki miliuner Anthoni Salim ini memungkinkan Ia mendapatkan kontrol mayoritas di Minzhong. Dia mengakusisi perusahaan pada price to earning ratio yang lebih dari empat kalinya. Sebagai perbandingan, perusahaan yang diperdagangkan di China itu rata-rata dijual mencapai 11 kali pendapatan mereka.

Pasar Singapura telah ramai dengan berita kecepatan Indofood ini. Justru ada suara hingga Lembaga Perlindungan Konsumen menyatakan apakah gerakan Indofood ini nyata. Atau apakah pasar dimanipulasi? Melalui Glaucus yang memberikan laporan hingga menyebabkan kepanikan di pasar saham dan investor melepas sahamnya.

Haruskan Bursa Efek Singapura dan Otoritas Moneter Singapura (MAS) masuk lebih dalam jika ada manipulasi?

Selentingan kabar terus berdatangan, namun Moody's lembaga pemeringkat internasional mengumumkan update rating dari Minzhong yang baik karena kredibilitas kepemilikan saham yang dipegang Indonesia. Keluarga Salim tetap menjadi pemenang.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads