Direktur Utama Bakrieland Ambono Janurianto mengatakan, memang secara kinerja perseroan masih mencatatkan keuntungan, namun keuntungan yang didapat tidak dapat menutupi seluruh utang perseroan.
"Memang kita untung, semester berikutnya juga kita masih optimis untung tapi kan nggak semuanya dibayar (utang), ada kewajiban-kewajiban lain, kita belum bisa bayar," kata dia dalam media briefing terkait proses hukum PKPU di Hotel Aston Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Senin (16/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita niat mau bayar bukan mau ngemplang, restrukturisasi utang kan nggak sebulan dua bulan selesai tapi makan waktu lama. Apakah kita mau menyelesaikan? Iya. Apa mau melakukan divestasi? Iya," terangnya.
Namun, dia menegaskan, pihaknya mengaku tidak sanggup membayar utang sekaligus karena kondisi keuangan yang tidak memungkinkan jika dibayar saat ini.
"Yang jadi masalah kalau harus jual aset semuanya dan bayar Rp 1,55 triliun semuanya, itu bahaya. Yang harus dilakukan gradual stock, ditaksir sedikit-sedikit dan saya yakin bisa bayar itu dalam waktu 3 tahun, permohonan kita cuma nambah 1 tahun dengan dijamin, kita nggak neko-neko, setiap jaminan kita ada valuasinya," jelasnya.
Tercatat, pada semester I-2013 perseroan berhasil meraih laba sebesar Rp 313,32 miliar, sementara di periode sama tahun sebelumnya masih mencatatkan kerugian sebesar Rp 49,87 miliar.
Pendapatan bersih juga naik tajam menjadi Rp 1,14 triliun di semester 1-2013 dari pendapatan bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 382,02 miliar.
Sedangkan total aset perseroan per Juni 2013 tumbuh hingga mencapai Rp 16,46 triliun dari total aset per Desember 2012 yang sebesar Rp 15,24 triliun.
(drk/ang)











































