Astra Agro Akan Bagi Dividen Interim 2004 Rp 100 per Saham

Astra Agro Akan Bagi Dividen Interim 2004 Rp 100 per Saham

- detikFinance
Kamis, 04 Nov 2004 14:57 WIB
Jakarta - PT Astra Agro Lestari tbk (AALI) berencana membagikan dividen interim sekitar Rp 100 per saham. Dividen in akan dibayarkan sebelum akhir tahun 2004. "Kita masih akan melakukan rapat soal ini untuk menentukan angkanya. Tapi dividen interim yang dibagikan sebesar Rp 100 per saham akan dibayarkan sebelum akhir tahun," kata Wapresdir AALI Benny Tjoeng dalam paparan publik di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (4/11/2004).Sampai September 2004, AALI mencatat laba bersih Rp 664,7 miliar, naik 252,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 188,8 miliar. Kenaikan laba bersih ini didorong oleh meningkatnya pendapatan yang sampai September 2004 mencapai Rp 2,626 triliun, naik 51,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,736 triliun. Meningkatnya penjualan CPO menurut Benny juga membuat produksi AALI pada tahun ini akan melampaui target yang semula sebesar 750 ribu ton menjadi 760 ribu ton sampai akhir tahun ini. Untuk tahun 2005 diperkirakan produksi CPO naik 10-15 persen menjadi 850 ribu ton. Sedangkan harga CPO tahun depan diperkirakan akan tetap baik di kisaran US$ 400-430 per ton CIF Rotterdam. Sampai September 2004, produksi CPO telah mencapai 574.816 ton dimana 50 persennya dijual untuk kebutuhan ekspor. "Untuk ekspor sampai tahun depan kita pertahankan di volume 50 persen," ujar Benny. AALI juga memproyeksikan capital expenditure atau belanja investasi 2005 sebesar Rp 350 miliar yang terutama akan digunakan untuk penanaman kembali lahan yang sudah ada seluas 15-17 ribu hektar dari total lahan kosong AALI sejumlah 40 ribu hektar dan sisanya akan digunakan untuk ekspansi mill capacity dan fasiltias infrastruktur seperti pembangunan jalan. Seluruh dana untuk pengelolaan lahan itu dana internal. "Tapi kalau kita ingin membeli kebun jadi bisa melakukan pinjaman bank atau obligasi. Namun tahun 2005 kia akan fokus pada pengembangan dan penanaman lahan," katanya.AALI berencana melakukan ekspansi dalam bentuk akuisisi kebun atau penambahan lahan baru seluas 100 ribu hektar. Benny menegaskan, utang obligasi yang jatuh tempo Maret 2005 sebesar RP 500 miliar akah ditutupi dari dana internal. "Dana internal kita cukup untuk bayar obligasi sehingga tidak perlu menerbitkan obligasi baru," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads