Pagi tadi, IHSG dibuka anjlok ke level 4.518,259 setelah pada hari sebelumnya ditutup menguat 3,35%.
Pada siang harinya di sesi I, IHSG harus bertahan di level 4.494,853 atau melemah 27 poin (0,61%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS di posisi Rp 11.161/US$.
IHSG bergerak ke level tertingginya di 4.536 dan sempat menyentuh level terendahnya di 4.479.
Sementara indeks LQ45 ditutup di posisi 765,64 atau turun 1,1 poin.
Hari ini perdagangan terlihat sepi dengan total frekuensi yang diperdagangkan sebanyak 174.540 kali. Adapun total volumenya mencapai 5,9 juta dengan nilai Rp 6,3 triliun.
Sebanyak 107 saham bergerak naik dan 138 saham bergerak turun. Namun 104 saham terlihat tidak bergerak.
Sektor tambang (mining) mendorong bursa tidak melemah terlalu jauh dan diikuti sektor pertanian.
Bursa kali ini sudah mulai menunjukkan kejenuhan akibat nilai tukar rupiah yang masih bertengger di atas 11.000 per dolar AS dan kondisi fundamental makro ekonomi dalam negeri yang belum banyak perubahan.
Sementara bursa Asia lainnya terlihat berada di zona merah. Masih ada kekhawatiran terkait pengurangan stimulus The Fed menjelang pertemuan The Fed pekan ini.
Berikut situasi bursa Asia di penutupan sore ini:
- Shanghai Composite : turun 45,84 poin ke 2.185,56
- Hang Seng Index : turun 71,89 poin ke 23.180
- Nikkei 225 : turun 93,00 poin ke 14.311
- Strait Times Index : naik 1,25 poin ke 3.180











































