Pesawat baru tersebut melakukan penerbangan perdananya di pabrik perakitan akhir Boeing di Everett, Washington.
"Pesawat 787-8 sudah menjadi pembuka pangsa baru di pasar. Nah, pesawat ini (787-9), dengan kapasitas dan jarak tempuh yang lebih jauh, akan mengikuti di belakangnya," ujar Ray Conner, President dan CEO Boeing Commercial Airplanes dikutip dari CNBC, Rabu (18/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahamnya sudah melonjak 60% jika dibandingkan posisi pada awal tahun ini di posisi US$ 70 per lembar. Sahamnya itu sempat anjlok cukup dalam gara-gara larangan terbang untuk Dreamliner miliknya.
Sampai saat ini ada sebanyak 80 Dreamliner yang dipakai oleh 14 maskapai di seluruh dunia meski pesawat tersebut terkenal dengan berbagai masalahnya.
(ang/dnl)











































