Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di posisi Rp 10.855 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.500 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG meroket 255,714 poin (5,73%) ke level 4.718,968 dan terus menanjak menyusul aksi borong masif yang dilakukan investor. Stimulus The Fed yang dilanjutkan membuat pelaku pasar makin semangat belanja saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melesat 194,946 poin (4,37%) ke level 4.658,200 melesat 194 poin berkat maraknya aksi di tengah transaksi yang sangat ramai. Baru setengah hari transaksi di bursa sudah tembus Rp 7 triliun.
Investor yang kemarin masih menahan diri kini langsung kalap berburu saham. Pasalnya, dengan adanya stimulus ekonomi AS akan terus tumbuh dan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.
Menutup perdagangan, Kamis (19/9/2013), IHSG terbang 207,479 poin (4,65%) ke level 4.670,733. Sementara Indeks LQ45 meroket 41,593 poin (5,53%) ke level 793,794.
Seluruh saham jadi sasaran aksi beli, membuat indeks sektoral kompak menghijau dengan penguatan rata-rata di atas lima persen. Penguatan tertinggi kali diraih oleh sektor konstruksi. Dana asing pun mengalir masuk ke lantai bursa.
Hingga sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,05 triliun di pasar reguler dan negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 288.777 kali pada volume 9,987 miliar lembar saham senilai Rp 12,212 triliun. Sebanyak 255 saham naik, sisanya 56 saham turun, dan 63 saham stagnan.
Bursa-bursa regional mempertahankan momentum dan bertahan positif hingga sore hari ini. Meski positif, penguatan bursa Asia masih kalah dari IHSG yang melesat tinggi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
- Indeks Hang Seng melonjak 385,06 poin (1,67%) ke level 23.502,51. Â
- Indeks Nikkei 225 menanjak 260,82 poin (1,80%) ke level 14.766,18. Â
- Indeks Straits Times melompat 57,79 poin (1,81%) ke level 3.251,64. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Taisho (SQBI) naik Rp 44.000 ke Rp 269.000, Mayora (MYOR) naik Rp 2.100 ke Rp 33.200, Indocement (INTP) naik Rp 1.600 ke Rp 21.500, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.500 ke Rp 69.500.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 750 ke Rp 20.750, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 250 ke Rp 3.950, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 100 ke Rp 5.400, dan Primarindo (BIMA) turun Rp 100 ke Rp 800.
(ang/dru)











































