Menutup perdagangan, Kamis (19/9/2013), IHSG terbang 207,479 poin (4,65%) ke level 4.670,733. Sementara Indeks LQ45 meroket 41,593 poin (5,53%) ke level 793,794.
Semalam Wall Street terkena koreksi moderat setelah kemarin melesat dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks S&P sempat menembus rekor intraday tertinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan rawan aksi ambil untung menyusul tingginya kenaikan IHSG kemarin. Indeks berpotensi terkena koreksi.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 21,03 poin (0,14%) ke level 14.787,21. Β
- Indeks Straits Times melemah 7,06 poin (0,22%) ke level 3.244,72. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin naik sangat signifikan didorong oleh kejutan dari The Fed yang belum mengumumkan adanya pengurangan stimulus yang sebelumnya diperkirakan akan mereka umumkan. The Fed mengungkapkan bahwa mereka memerlukan signal yang lebih kalau perbaikan ekonomi yg terjadi saat ini tidak hanya sementara. Selain itu, the Fed mewaspadai kenaikan suku bunga bisa mengancam keberlangsungan pemulihan ekonomi di AS. Karena semenjak muncul wacana pengurangan stimulus, suku bunga beranjak naik dari level terendahnya (Jul12 : 1,4% - Sep13 2,99%). The Fed semalam juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 2,3% menjadi 2% dan untuk tahun depan dari 2,6% menjadi 2,3%. Bursa global juga dilanda sentimen positif dari pengunduran tapering ini. Dari dalam negeri terpantau nilai tukar rupiah juga langsung mengalami penguatan. Di sisi lain investor diharap mengingat bahwa penguatan hari ini bukan karena perbaikan makro Indonesia dan tapering cepat atau lambat akan terjadi sehingga penguatan ini bersifat jangka pendek. Hari ini kami proyeksikan euforia kenaikan bursa masih akan berlanjut meski relative terbatas. Kami proyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.620-4.730.
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup naik +207.48 poin (+4.65%) ke 4,670.73 dengan jumlah transaksi sebanyak 19.8 juta lot atau setara dengan Rp 12.1 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG sektor agricultural (+0.95%), sektor basic-industries (+5.50%), sektor construction and property (+9.18%), sektor consumer goods (+2.50%), sektor finance (+6.31%), sektor infrastructure (+4.58%), sektor mining (+2.49%), sektor misc-industries (+4.62%), dan sektor trade (+3.27%).
Tercatat sebanyak 200 saham mengalami penguatan, 56 saham mengalami penurunan, 63 saham tidak mengalami perubahan dan 110 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBCA (+6.93%), TLKM (+6.74%), ASII (+5.19%), BMRI (+6.94%), dan BBRI (+7.05%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. TPIA (-5.95%), AMRT (-3.39%), EMTK (-1.82%), BORN (-5.36%), dan BRAU (-3.61%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 1,178 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBCA, BBRI, BBNI, dan LPKR. Mata uang Rupiah terapresiasi Rp 10.847 per dolar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG hari ini, menjadi uptrend lanjutan setelah mengalami 2 hari koreksi sehat, MACD uptrend, stochastic uptrend dan volume juga meningkat di atas rata-rata 20 harinya, namun kenaikan yang cukup tinggi hari ini memberikan peluang profit taking akan terjadi untuk esok hari, sehingga peluang mixed masih akan terjadi. Dengan support 4.575 dan resistance 4.866. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ANTM, TLKM, UNVR.
(ang/ang)











































