Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di posisi Rp 10.990 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 10.855 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 26,807 poin (0,57%) ke level 4.643,926 terkena aksi ambil untung. Posisi IHSG yang sudah cukup tinggi dimanfaatkan pelaku pasar untuk melepas di harga tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 62,685 poin (1,34%) ke level 4.608,048 gara-gara aksi ambil untung yang makin marak terjadi. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.
Aksi jual ini banyak dilakukan investor domestik, sementara asing juga ikut-ikutan meski tidak terlalu getol. Saham-saham bluechip di sektor finansial terkena koreksi paling dalam.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (20/9/2013), IHSG ditutup ambruk 86,905 poin (1,86%) ke level 4.583,828. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 19,860 poin (2,50%) ke level 773,934.
Indeks sektor konsumer jadi satu-satunya yang menguat di sore hari ini. Sembilan sektor lainnya melemah di zona merah. Investor asing tidak banyak bergerak dalam perdagangan kali ini.
Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net sell) senilai Rp 76,6 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 146.881 kali pada volume 7,191 miliar lembar saham senilai Rp 6,086 triliun. Sebanyak 87 saham naik, sisanya 178 saham turun, dan 89 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak melemah menutup perdagangan akhir pekan. Pagi tadi bursa regional sempat bergerak mixed.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional hingga sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 23,76 poin (0,16%) ke level 14.742,42. Â
- Indeks Straits Times turun 11,31 poin (0,35%) ke level 3.240,47. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 32.000, Bank Mega (MEGA) naik Rp 400 ke Rp 2.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 250 ke Rp 5.750, dan Matahari (MPPA) naik Rp 150 ke Rp 2.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 1.300 ke Rp 19.150, Indocement (INTP) turun Rp 800 ke Rp 20.700, Mayora (MYOR) turun Rp 700 ke Rp 32.500, dan Charoen (CPIN) turun Rp 650 ke Rp 3.550.
(ang/dru)











































