Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (20/9/2013), IHSG ditutup ambruk 86,905 poin (1,86%) ke level 4.583,828. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 19,860 poin (2,50%) ke level 773,934.
Wall Street terkena koreksi setelah beredar kabar bahwa The Federal Reserve berniat mengurangi stimulus. Padahal sebelumnya bank sentral itu sudah menyatakan akan mempertahankan program stimulusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan terkena koreksi. Pelaku pasar, terutama asing, diprediksi masih akan melepas saham dan dibuntuti oleh investor domestik.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Straits Times melemah 14,25 poin (0,44%) ke level 3.237,53. Β
- Indeks KOSPI turun 6,82 poin (0,34%) ke level 2.012,40.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup turun -86.91 poin (-1.86%) ke 4,583.83 dengan jumlah transaksi sebanyak 14.2 juta lot atau setara dengan Rp5.9 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-2.89%), sektor basic-industries (-4.42%), sektor construction and property (-1.55%), sektor consumer goods (+0.13%), sektor finance (-2.90%), sektor infrastructure (-1.50%), sektor mining (-0.71%), sektor misc-industries (-2.40%), dan sektor trade (-1.13%).
Tercatat sebanyak 87 saham mengalami penguatan, 178 saham mengalami penurunan, 89 saham tidak mengalami perubahan dan 130 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBCA (+6.93%), TLKM (+6.74%), ASII (+5.19%), BMRI (+6.94%), dan BBRI (+7.05%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. TPIA (-5.95%), AMRT (-3.39%), EMTK (-1.82%), BORN (-5.36%), dan BRAU (-3.61%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp100 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, CPIN, KLBF, MNCN, dan SCMA. Mata uang rupiah terdepresiasi Rp 11.041 per dolar AS.
Secara teknikal penurunan IHSG akhir pekan lalu merupakan koreksi setelah kenaikan kemarin, penurunan masih dalam batas wajar, di mana MACD masih berada di uptrend area dan didukung volume penurunan yang lebih kecil dibanding volume kemarin, namun stochastic telah deathcross sehingga peluang penurunan masih tetap terbuka. Dengan support 4.575 dan resistance 4.630. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BWPT, TINS, & TLKM.
Semesta Indovest
Bursa Wallstreet ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat dengan indeks Dow Jones turun 185,46 poin atau 1,19% ke level 15.451,09, S&P 500 turun 0,72%, dan Nasdaq turun 0,39%. Pelemahan indeks dipicu oleh komentar Presiden the Fed St. Louis, James Bullard yang mengatakan the Fed dapat melakukan tappering stimulus US$ 85 milyar mulai bulan Oktober mendatang, proyeksi inflasi yang akan tinggi pada kuartal mendatang dapat menjadi katalis dilakukannya tappering namun ia masih harus melihat bukti-bukti kearah tersebut. Saham-saham industrial dan utilities memimpin pelemahan. Anggota Dow Jones Alcoa, Bank of America dan Hewlett-Packard akan digantikan oleh Goldman Sachs,Nike and Visa mulai Penutupan Jumat.
Busra eropa ditutup melemah terimbas komentar James Bullard, Indeks FTSE turun 0,44%, CAC turun 0,06%, DAX turun 0,21%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan akan bergerak melemah seiring tren stochastic IHSG yang bergerak ke bawah. Investor dapat memperhatikan saham-saham antara lain seperti VIVA, META, KLBF, TINS, ADHI.
(ang/ang)











































