IHSG Masih Banyak Tekanan

Rekomendasi Saham

IHSG Masih Banyak Tekanan

- detikFinance
Selasa, 24 Sep 2013 08:31 WIB
IHSG Masih Banyak Tekanan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin turun 20 poin setelah seharian terjebak di zona merah. Aksi jual saham-saham unggulan membuat indeks tak bisa bergerak positif.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (23/9/2013), IHSG turun 20,971 poin (0,46%) ke level 4.562,857. Sementara Indeks LQ45 melemah 3,941 poin (0,51%) ke level 769,993.

Semalam Wall Street terkoreksi untuk hari ketiganya secara berturut-turut setelah salah satu petinggi The Federal Reserve memberi sinyal program stimulus bisa mulai dikurangi akhir tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones melemah 49,71 poin (0,32%) ke level 15.401,38. Indeks Standard & Poor's 500 turun 8,07 poin (0,47%) ke level 1.701,84. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 9,44 poin (0,25%) ke level 3.765,29.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan mendapat tekanan jual terutama gara-gara sentimen negatif dari pasar global. Melemahnya bursa regional juga memberi tekanan.

Pergerakan bursa-bursa Asia pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 45,01 poin (0,31%) ke level 14.697,41. Β 
  • Indeks KOSPI turun 10,75 poin (0,53%) ke level 1.998,66. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG masih melemah pada pembukaan perdagangan pekan ini. Melemahnya indeks terimbas dari faktor eksternal dimana kekhawatiran akan pengurangan stimulus kembali mengemuka setelah sebelumnya pasar sempat rally karena diundurnya pengurangan stimulus. Fed Bank of St. Louis President, James Bullard, mengatakan kemungkinan pengurangan stimulus akan dilakukan bulan depan, yaitu pada FOMC 29-30 Oktober mendatang. Hari ini kami memperkirakan indeks masih akan mendapat tekanan jual meski relative terbatas. Proyeksi kisaran support-resistance 4.490-4.610.

KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun -20.97 poin (-0.46%) ke 4,562.86 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.5 juta lot atau setara dengan Rp4.1 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.28%), sektor basic-industries (+1.39%), sektor construction and property (-2.03%), sektor consumer goods (-0.57%), sektor finance (-0.30%), sektor infrastructure (-0.83%), sektor mining (-0.53%), sektor misc-industries (-0.58%), dan sektor trade (-0.46%).

Tercatat sebanyak 86 saham mengalami penguatan, 157 saham mengalami penurunan, 92 saham tidak mengalami perubahan dan 149 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. CPIN (+7.75%), BBCA (+1.43%), MEGA (+11.25%), SMGR (+1.66%), dan BRMS (+20.45%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-2.79%), TLKM (-2.15%), BBRI (-1.26%), ASII (-0.72%), dan ICBP (-2.28%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp18 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, CPIN, BMRI, TLKM, dan BKSL. Mata uang rupiah terdepresiasi Rp 11.445 per dolar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin merupakan koreksi lanjutan setelah penurunan kemarin, penurunan masih dalam batas wajar, di mana MACD masih berada di uptrend area dan didukung volume penurunan yang lebih kecil dibanding volume kemarin, namun PSAR masih dalam uptrend signal. Untuk besok kami perkirakan IHSG akan cenderung menguat. Dengan support 4.467 dan resistance 4.630. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: SMGR, TAXI, & VIVA.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads