Menutup perdagangan, Rabu (25/9/2013), IHSG merosot 53,646 poin (1,20%) ke level 4.406,767. Sementara Indeks LQ45 anjlok 12,166 poin (1,62%) ke level 737,036.
Semalam Wall Street melemah untuk hari kelimanya berturut-turut, koreksi terpanjang sejak akhir 2012 lalu. Pelaku pasar khawatir atas habisnya anggaran pemerintah gara-gara program stimulus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih akan lanjutkan pelemahan karena belum ada sentimen positif yang bisa menjadi katalis pendorong. Posiis IHSG yang sudah jatuh akan membuat pelemahannya terbatas.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 anjlok 161,60 poin (1,11%) ke level 14.458,93. Β
- Indeks KOSPI menipis 0,26 poin (0,01%) ke level 1.997,80. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kembali turun cukup dalam seiring dengan aksi jual yang dilakukan investor asing. Aksi jual asing ini juga terefleksikan dengan kurs nilai tukar rupiah yang melemah. Aksi jual asing tercatat mencapai Rp 640 miliar. Sementara faktor eksternal yang mempengaruhi indeks regional adalah pemerintah AS gagal menyepakati anggaran belanja negara seiring dengan dana anggaran yang hampir mendekati limit. Selain itu ada beberapa data ekonomi yang kurang bagus juga menambah sentimen kejatuhan. Consumer Confidence AS bulan September turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir, yaitu 79.7 (Vs 79.9 konsensus dan 81.8 Agustus) dan juga manufaktur yang termasuk dalam kawasan Richmond tidak bertumbuh dari bulan Agustus (Vs konsensus yang memperkirakan 12% pertumbuhan). Meski belum ada sinyal pembalikan arah, akan tetapi kami melihat terjadi potensi buy on weakness seiring dengan penurunan yang cukup besar beberapa hari terakhir. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 4.320-4.450.
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun -53.65 poin (-1.20%) ke 4,406.77 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.6 juta lot atau setara dengan Rp 5.3 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.70%), sektor basic-industries (-2.14%), sektor construction and property (-1.33%), sektor consumer goods (-0.70%), sektor finance (-1.56%), sektor infrastructure (-1.63%), sektor mining (-1.37%), sektor misc-industries (-0.92%), dan sektor trade (-0.45%).
Tercatat sebanyak 81 saham mengalami penguatan, 185 saham mengalami penurunan, 91 saham tidak mengalami perubahan dan 127 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBNI (+2.35%), TOWR (+4.50%), TBIG (+4.42%), BMTR (+3.32%), dan AALI (+2.89%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-4.07%), BBRI (-3.21%), PGAS (-4.72%), TLKM (-2.27%), dan ASII (-1.56%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp641 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, BBRI, TLKM, PGAS, dan SMGR. Mata uang Rupiah terdepresiasi Rp 11.488 per dolar AS.
Secara teknikal penurunan IHSG kemarin merupakan koreksi lanjutan setelah berturut-turut selama tiga hari mengalami koreksi, MACD masih uptrend, stochastic downtrend, tepat berada di MA 20 dan di titik PSAR, dan berada di area support. Peluang teknikal rebound masih tetap terbuka untuk perdagangan hari ini. Dengan support 4.313 dan resistance 4.576. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBRI, BMTR, INTP.
(ang/ang)











































