Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas Laksono Widodo mengatakan, saat ini kepemilikan asing di pasar modal Indonesia masih sangat dominan mencapai 60%. Transaksi lokal di pasar modal pun masih ramai dilakukan oleh investor asing.
"Saat ini kepemilikan asing masih tetap dominan sekitar 60%. Transaksi lokal dan asing hampir sama walaupun top 10 broker di BEI nomor 6 ke atas punya asing dari nomor 7 mulai lokal, kita concern transaksi bisa 50:50," kata Laksono saat konperensi pers “Indonesia Corporate Day 2013," di Restoran Harum Manis, Jakarta, Kamis (26/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kali ini 14 emiten tahun lalu 10 emiten. Kita sudah bikin acara ini kedua kalinya, minat sangat bagus dari sisi investor maupun emitennya. Tahun lalu hanya 50 investor sekarang 150 investor. Kita mengajak investor asing untuk invest di sini sehingga akan meningkatkan transaksi dan kapitalisasi pasar," ujarnya.
Menurutnya, dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang belum stabil dianggap menjadi peluang investor asing untuk bisa masuk pasar Indonesia.
"Krisis tidak mempengaruhi minat investor masuk ke pasar Indonesia. Rupiah melemah diangggap opportunity investor asing," katanya.
Acara Indonesia Corporate Day ini diikuti oleh 14 emiten yang terdiri dari 10 BUMN (PT Aneka Tambang TBK (ANTM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk PTBA, PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), sementara 4 perusahaan swasta meliputi PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Ciputra Development Tbk (CTRA).
(drk/ang)











































