JBIC Danai Proyek Bauksit Antam US$ 140 Juta

JBIC Danai Proyek Bauksit Antam US$ 140 Juta

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2004 20:40 WIB
Jakarta - Japan Bank for International Cooperation (JBIC) bersama beberapa kreditur lain akan ikut mendanai proyek Alumina Tayan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang memproduksi bijih bauksit senilai US$ 140 juta.Total keseluruhan nilai proyek tersebut adalah sebesar US$ 220 juta yang pendanaannya terdiri dari pinjaman utang sebesar 65 persen berasal dari JBIC dan sisanya 35 persen berupa equity (modal) dari Antam dan mitra kerja sama internasionalnya (joint venture).Demikian penjelasan Dirut Antam, Deddy Aditya Sumanagara dalam public expose yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (5/11/2004).Menurut Deddy, joint venture corporation diharapkan sudah selesai pada Februari 2005. Dalam joint venture tersebut Antam akan memiliki saham sekitar 49 persen. Antam telah menunjuk Citigroup Hongkong yang akan dibantu Citigroup cabang Jakrta sebagai penasehat keuangan untuk proyek tersebut.Operasi proyek Alumina Tayan yang berlokasi di Kalimantan Selatan ini diharapkan bisa dilakukan pada 2009. Proyek Alumina Tayan direncanakan memproduksi 300.000 tonchemical grade alumina (CGA) dengan cadangan bauksit sebesar lebih dari 100 juta ton.Produk CGA digunakan untuk keperluan berbagai industri seperti pembuatan keramik, cat, pasta gigidan busi. Saat ini, Antam melakukan ekspor bijih bauksit dari tambang bauksit Kijang ke Jepang dan Cina.Menurut Deddy, pendapatan proyek Tayan senilai US$ 150 juta per tahun, dimana untuk proyek ini Antam memperkirakan internal rate of return sebesar 15 persen.Buyback ObligasiDeddy juga menjelaskan, bahwa Antam akan terus melakukan buyback (pembelian kembali) obligasi, setelah pada Agustus lalu melakukan buyback sebesar US$ 5 juta. Dengan demikian utang obligasi Antam tinggal US$ 195 juta dan menurunkan jumlah bunga yang harus dibayar.Obligasi yang dibuyback Antam sebesar US$ 200 juta yang diterbitkan oleh anak perusahaannya Antam Finance Limited (AFL) pada September 2003. Obligasi itu baru akan jatuh tempo pada Septmber 2010 dan memiliki bunga sebesar 7,375 persen."Kalau harga di pasar tidak mahal kita akan terus lakukan buyback," kata dia. Antam menurut Deddy, memiliki hak dalam perjanjian obligasi tersebut, yakni bisa melakukan pembelian kembali dengan 103 dari nilai obligasi sebelum jatuh tempo 2007. (ton/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads