Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir negatif lima hari berturut-turut. Seharian ini indeks berhasil menguat, sayang aksi ambil untung memaksa indeks jatuh ke zona merah di menit-menit terakhir.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.390 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.460 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik 20,708 poin (0,49%) ke level 4.428,475. Pada perdagangan preopening IHSG sempat terkoreksi tipis namun akhirnya berhasil balik arah positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 38,848 poin (0,88%) ke level 4.445,615. Indeks sudah merosot tajam dalam empat hari terakhir. Posisinya yang sudah rendah dimanfaatkan investor untuk berburu saham murah.
Banyak saham yang terpangkas cukup dalam sehingga membuat IHSG berada di area jenuh jual. Investor memanfaatkan posisi rendah ini untuk berburu saham unggulan di harga murah.
Sayangnya, jelang penutupan perdagangan malah banyak aksi ambil untung yang terjadi. Indeks pun menukik tajam dari posisi tertingginya langsung jatuh di teritori negatif.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (26/9/2013), IHSG ditutup menipis 0,874 poin (0,02%) ke level 4.405,893. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 1,533 poin (0,21%) ke level 735,503.
Saham-saham lapis dua sempat menanjak paling tinggi hari ini, sore harinya langsung jadi sasaran aksi jual. Beberapa saham unggulan masih bisa menguat, tapi penguatannya gagal membawa indeks ke arah positif.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 151.513 kali pada volume 4,619 miliar lembar saham senilai Rp 4,704 triliun. Sebanyak 170 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 90 saham stagnan.
Pelaku pasar regional masih menunggu kabar terbaru dari stimulus The Fed beserta anggaran pemerintah AS yang dikhawatirkan mulai menipis. Hal ini membuat bursa regional berakhir mixed sore ini.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 42,71 poin (1,94%) ke level 2.155,81. Â
- Indeks Hang Seng turun 84,60 poin (0,36%) ke level 23.125,03. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 178,59 poin (1,22%) ke level 14.799,12. Â
- Indkes KOSPI naik 9,26 poin (0,46%) ke level 2.007,32. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Solusi Tunas (SUPT) naik Rp 1.300 ke Rp 8.100, Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 275 ke Rp 4.325, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 19.800, dan Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 175 ke Rp 3.275.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 28.550, Unilever (UNVR) turun Rp 700 ke Rp 30.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 36.500, dan Matahari (LPFF) turun Rp 500 ke Rp 10.700.











































