Tekanan Jual Mulai Terbatas

Rekomendasi Saham

Tekanan Jual Mulai Terbatas

- detikFinance
Jumat, 27 Sep 2013 08:22 WIB
Tekanan Jual Mulai Terbatas
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin berakhir negatif lima hari berturut-turut. Seharian ini indeks berhasil menguat, sayang aksi ambil untung memaksa indeks jatuh ke zona merah di menit-menit terakhir.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (26/9/2013), IHSG ditutup menipis 0,874 poin (0,02%) ke level 4.405,893. Sementara Indeks LQ45 ditutup berkurang 1,533 poin (0,21%) ke level 735,503.

Wall Street akhirnya bisa menguat setelah lima hari berturut-turut terkena koreksi. Pertumbuhan positif terjadi di data tenaga kerja baru namun masalah anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) membatasi penguatan kali ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 55,04 poin (0,36%) ke level 15.328,30. Indeks Standard & Poor's 500 Index menguat 5,90 poin (0,35%) ke level 1.698,67. Indeks Komposit Nasdaq bertamah 26,33 poin (0,70%) ke level 3.787,43.

Hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak melemah karena minat jual investor asing masih tinggi. Minimnya sentimen positif membuat indeks sulit bergerak ke atas.

Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 turun 19,03 poin (0,13%) ke level 14.780,09. Β 
  • Indeks KOSPI naik 5,44 poin (0,27%) ke level 2.012,76. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
Aksi jual asing masih menjadi katalis negatif bagi IHSG pada perdagangan kemarin. Nyaris sepanjang sesi perdagangan berada di area positif, akhirnya IHSG harus ditutup pada zona merah setelah turun tipis -0,02%. Bargain hunting sempat terjadi pada saham-saham sektor property, konsumer, dan perkebunan. Akan tetapi menjelang penutupan tekanan jual tampak mulai meningkat sehingga menekan indeks kembali ke area negatif. Aksi jual investor asing tercatat masih cukup besar, yaitu mencapai Rp 548 miliar. Dari luar negeri, investor global tampaknya masih khawatir terkait kesepakatan anggaran belanja pemerintah AS yang susah tercapai. Hal ini diperkirakan dapat mengancam pertumbuhan ekonomi AS. Kegagalan meningkatkan 'debt ceiling' berpotensi membuat credit rating pemerintah AS diturunkan. Pada perdagangan terakhir pekan ini kami melihat pasar masih akan bergerak volatile. Selama rupiah masih bergerak liar dan investor asing belum kembali masuk, tampaknya sulit bagi IHSG keluar dari tekanan. Kisaran support-resistance hari ini 4.318-4.450.

KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun -0.87 poin (-0.02%) ke 4,405.89 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.2 juta lot atau setara dengan Rp 4.7 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.14%), sektor basic-industries (-0.75%), sektor construction and property (+1.57%), sektor consumer goods (-0.91%), sektor finance (-0.25%), sektor infrastructure (+0.50%), sektor mining (-1.08%), sektor misc-industries (+1.27%), dan sektor trade (+0.05%).

Tercatat sebanyak 170 saham mengalami penguatan, 80 saham mengalami penurunan, 90 saham tidak mengalami perubahan dan 144 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. ASII (+1.59%), BBRI (+1.99%), PGAS (+1.98%), EXCL (+4.17%), dan SUPR (+19.12%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. UNVR (-2.22%), BBCA (-0.96%), SMGR (-2.80%), BBNI (-2.87%), dan LPPF (-4.46%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp555 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, SMGR, TLKM, KLBF, dan BBNI. Mata uang Rupiah terapresiasi Rp 11.203 per dolar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin merupakan teknikal rebound setelah berturut-turut selama 4 (empat) hari mengalami koreksi, MACD masih uptrend, stochastic uptrend, berada di atas MA 20 dan di titik PSAR, dan berada di area support. Peluang technical rebound masih tetap berlanjut untuk perdagangan hari ini. Dengan support 4.313 dan resistance 4.576. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BKSL, TINS, WSKT.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads