Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (27/9/2013), IHSG bertambah 17,826 poin (0,40%) ke level 4.423,719. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,465 poin (0,47%) ke level 738,968.
Sementara Wall Street terkena koreksi menyusul perdebatan antara partai Republik dan Demokrat dalam menyetujui dana darurat untuk menghindari habisnya anggaran pemerintah AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed karena tekanan jual yang masih akan beredar di pasar. Aksi beli selektif bisa menyelamatkan indeks dari zona merah.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu IHSG ditutup naik +17.83 poin (+0.40%) ke 4,423.72 dengan jumlah transaksi sebanyak 6.9 juta lot atau setara dengan Rp3.8 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.27%), sektor basic-industries (+0.25%), sektor construction and property (+0.06%), sektor consumer goods (+0.94%), sektor finance (+0.40%), sektor infrastructure (+0.87%), sektor mining (-0.95%), sektor misc-industries (+1.19%), dan sektor trade (-0.12%).
Tercatat sebanyak 128 saham mengalami penguatan, 109 saham mengalami penurunan, 108 saham tidak mengalami perubahan dan 139 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. ASII (+1.56%), ICBP (+4.41%), TLKM (+1.16%), PGAS (+1.94%), dan BMRI (+1.22%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBRI (-0.65%), BBCA (-0.48%), ITMG (-3.68%), INCO (-4.21%), dan UNTR (-1.17%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 52 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. SMGR, BMRI, ITMG, TLKM, dan TAXI. Mata uang rupiah terdepresiasi Rp 11.284 per dolar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu merupakan teknikal rebound setelah berturut-turut selama 4 (empat) hari mengalami koreksi, MACD masih uptrend, stochastic golden cross, berada di atas MA 20 dan di titik PSAR masih posisi uptrend. Peluang naik masih tetap berlanjut untuk perdagangan hari ini. Dengan support 4.313 dan resistance 4.576. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: AKRA, MAIN, SSIA.
Trust Securities
Meski awalnya kami cukup khawatir akan kemungkinan pelemahan lanjutan karena masih adanya utang gap berikutnya (4191-4225) namun kami juga berharap pelemahan tidak berlanjut agar IHSG tidak terpuruk dalam zona negatifnya. Laju IHSG menjawab kekhawatiran kami dimana mampu bergerak menghijau sepanjang perjalanannya berbanding terbalik dengan sehari sebelumnya yang di akhir sesi berakhir melemah. Laju bursa saham Asia yang variatif cenderung menghijau, menguatnya nilai tukar Rupiah, dan berkurangnya aksi jualan asing memberikan ruang bagi IHSG untuk bergerak positif. Pada Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4470,25 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4395,81 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4405,89. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Senin (30/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4400-4416 dan resistance 4438-4460. Berpola menyerupai spinning di atas middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih downreversal. Laju IHSG sempat melewati target resisten kami (4415-4438) namun, kembali masuk dalam kisaran tersebut yang menunjukkan mulai adanya dorongan beli. Laju IHSG diperkirakan masih akan variatif. Waspadai kembalinya aksi profitisasi seiring masih kurang kondusifnya kondisi bursa saham global.
(ang/ang)











































