Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menukik 62,630 poin (1,42%) ke level 4.361,089 atas maraknya sentimen negatif yang beredar, baik dari pasar regional serta global. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.
Investor langsung mengamankan portofolio dengan melepas saham sebelum harganya makin jatuh. Indeks pun meluncur ke posisi terendahnya hari ini di level 4.346,434.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koreksi yang diderita tiap-tiap sektor industri di lantai bursa cukup dalam, rata-rata lebih dari satu persen. Saham-saham tambang memimpin koreksi hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 61.114 kali pada volume 1,697 miliar lembar saham senilai Rp 2,011 triliun. Sebanyak 35 saham naik, sisanya 210 saham turun, dan 56 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia rata-rata masih terjebak di zona merah gara-gara sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS). Bursa China masih bertahan positif hingga siang ini.
Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 13,17 poin (0,61%) ke level 2.173,19. Â
- Indeks Hang Seng melemah 255,58 poin (1,10%) ke level 22.951,46. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 171,31 poin (1,16%) ke level 14.588,76. Â
- Indeks Straits Times turun 19,57 poin (0,61%) ke level 3.190,61. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Chandra Asri (TPIA) naik Rp 450 ke Rp 3.950, Nipress (NIPS) naik Rp 450 ke Rp 11.150, Multi Prima (LPIN) naik Rp 225 ke Rp 4.925, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 190 ke Rp 1.240.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.600 ke Rp 25.900, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 35.350, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 18.350, dan Surya Essa (ESSA) turun Rp 600 ke Rp 2.300.
(ang/dru)











































