Aturan Pajak Baru untuk Lamborghini Cs Belum Keluar, Rupiah Terancam

Aturan Pajak Baru untuk Lamborghini Cs Belum Keluar, Rupiah Terancam

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 30 Sep 2013 14:30 WIB
Aturan Pajak Baru untuk Lamborghini Cs Belum Keluar, Rupiah Terancam
Jakarta - Aturan baru terkait pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang mengenakan batas baru untuk produk seperti mobil Ferarri dan tas Louis Vuitton belum keluar. Padahal ini termasuk dalam empat kebijakan pemerintah untuk menanggulangi gejolak ekonomi. Terutama soal pelemahan rupiah.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis menyebutkan kondisi ini bertolak belakang dengan keinginan pemerintah untuk menstabilkan ekonomi, khususnya nilai tukar rupiah. Kondisi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dimungkinkan akan terus berlanjut.

"Pelemahan rupiah masih akan dan sangat dimungkinkan untuk terus berlanjut," ujar Harry saat ditemui di Anomali Coffee, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (30/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena menurut Harry, tanpa aturan tersebut impor barang-barang mewah terus terjadi. Artinya tekanan untuk defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD) semakin memburuk.

"Sekarang impor masih berjalan. Ferarri, Luis Vuitton itu masih tinggi impornya dan memerlukan dolar banyak buat membayar," sebutnya.

Harry mengaku telah mengkonfirmasi kepada Menteri Keuangan Chatib Basri. Disampaikannya, rancangan aturan tersebut tertahan di Kementerian Hukum dan HAM.

"Saya sudah tanya ke pak Chatib, pak Chatib bilang itu sudah selesai tapi untuk jadi PP itu kan harus ke Kemenkumham. Kementerian Keuangan sudah selesai. Berarti tinggal di Kemenkumham," pungkasnya.

(mkj/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads