IHSG Menukik 107 Poin, Paling Tajam di Asia

IHSG Menukik 107 Poin, Paling Tajam di Asia

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 30 Sep 2013 16:12 WIB
IHSG Menukik 107 Poin, Paling Tajam di Asia
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menukik hingga 107 poin akibat aksi jual investor yang cukup marak. Koreksi IHSG ini termasuk yang paling tajam di antara bursa-bursa regional.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.465 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 11.535 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menukik 62,630 poin (1,42%) ke level 4.361,089 atas maraknya sentimen negatif yang beredar, baik dari pasar regional serta global. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor langsung mengamankan portofolio dengan melepas saham sebelum harganya makin jatuh. Indeks pun meluncur ke posisi terendahnya hari ini di level 4.346,434.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 70,509 poin (1,59%) ke level 4.353,210 akibat tekanan jual yang cukup kentara. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun 'kebakaran'.

Koreksi yang diderita tiap-tiap sektor industri di lantai bursa cukup dalam, rata-rata lebih dari satu persen. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau pada perdagangan kali ini.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (30/9/2013), IHSG terjun 107,543 poin (2,43%) ke level 4.316,176. Sementara Indeks LQ45 menukik 26,067 poin (3,53%) ke level 712,901.

Pelaku pasar khawatir akan ancaman shutdown pemerintah AS sehingga banyak yang memilih untuk keluar dari lantai bursa. Saham-saham di sektor industri dasar jatuh paling dalam.

Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 131.823 kali pada volume 3,742 miliar lembar saham senilai Rp 4,968 triliun. Sebanyak 63 saham naik, sisanya 194 saham turun, dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak mixed cenderung melemah sore hari ini. Hanya bursa saham China yang masih mampu melenggang di zona hijau.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 14,64 poin (0,68%) ke level 2.174,66.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 347,18 poin (1,50%) ke level 22.859,86.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 304,27 poin (2,06%) ke level 14.455,80.  
  • Indeks Straits Times turun 30,42 poin (0,95%) ke level 3.179,76.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 450 ke Rp 11.150, Chandra Asri (TPIA) naik Rp 4o0 ke Rp 3.900, Acset (ACST) naik Rp 325 ke Rp 2.850, dan Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 260 ke Rp 1.310.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.300 ke Rp 35.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.200 ke Rp 26.300, Indocement (INTP) turun Rp 1.000 ke Rp 18.000, dan Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 30.150.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads