Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin menukik hingga 107 poin akibat aksi jual investor yang cukup marak. Koreksi IHSG ini termasuk yang paling tajam di antara bursa-bursa regional.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (30/9/2013), IHSG terjun 107,543 poin (2,43%) ke level 4.316,176. Sementara Indeks LQ45 menukik 26,067 poin (3,53%) ke level 712,901.
Wall Street ditutup melemah jelang beberapa jam tenggat waktu penentuan ditutupnya sebagian operasional pemerintah Amerika Serikat (AS) alias shutdown. Tapi dalam sebulan ini indeks saham rata-rata ditutup positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed sesuai sentimen yang beredar di pasar global dan regional. Tekanan jual masih akan terjadi, terutama datang dari investor asing.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 66,02 poin (0,46%) ke level 14.521,82. Β
- Indeks KOSPI menguat 7,71 poin (0,39%) ke level 2.004,67.
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak melemah di tengah nilai tukar rupiah yang bergerak sangat fluktuatif serta sentiment negative dari regional terkait perkembangan berita di AS. Investor global masih dilanda kekhawatiran yang meningkat bahwa susahnya mencapai kesepakatan anggaran akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi AS. Kegagalan tercapainya kesepakatan akan menyebabkan penurunan rating pemerintah AS, ketidakstabilan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi Q4/13 bisa terpangkas sekitar 1,4%.Selain itu, ada data consumer confidence Sept yang turun ke level terendah selama 5 bulan terakhir (77,5 Vs 78 konsensus), seiring penduduk Amerika memandang akan adanya pelemahan ekonomi. Sementara hari ini investor tampaknya masih wait and see terkait data inflasi, neraca perdagangan yang akan diumumkan hari ini. Kisaran support-resistance 4.230-4.360.
Β
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun -107.54 poin (-2.43%) ke 4,316.18 dengan jumlah transaksi sebanyak 7.7 juta lot atau setara dengan Rp 5.1 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.98%), sektor basic-industries (-4.66%), sektor construction and property (-1.70%), sektor consumer goods (-2.79%), sektor finance (-2.90%), sektor infrastructure (-2.52%), sektor mining (-1.66%), sektor misc-industries (-0.63%), dan sektor trade (-1.85%).
Tercatat sebanyak 63 saham mengalami penguatan, 194 saham mengalami penurunan, 79 saham tidak mengalami perubahan dan 148 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. PGAS (+0.95%), AMRT (+5.56%), TPIA (+8.57%), SMMA (+2.53%), dan MAYA (+16.19%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-3.85%), BBRI (-5.23%), BBCA (-2.91%), BMRI (-3.01%), dan CPIN (-9.09%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 748 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, SMGR, TLKM, BMRI, dan KLBF. Mata uang rupiah terdepresiasi Rp 11.406 per dolar AS.
Secara teknikal penurunan IHSG kemarin merupakan koreksi lanjutan setelah mengalami teknikal rebound, MACD masih uptrend, stochastic deathcross, berada di atas MA 20 dan di titik PSAR masih posisi uptrend. Peluang turun masih tetap berlanjut untuk perdagangan hari ini. Dengan support 4,255 dan resistance 4,576. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ADRO, KIJA, WSKT.











































