Pemerintahan AS Ditutup, Twitter dan Candy Crush Terancam Batal Masuk Bursa

Pemerintahan AS Ditutup, Twitter dan Candy Crush Terancam Batal Masuk Bursa

- detikFinance
Selasa, 01 Okt 2013 12:50 WIB
Pemerintahan AS Ditutup, Twitter dan Candy Crush Terancam Batal Masuk Bursa
New York - Pemerintah Amerika Serikat (AS) baru saja memerintahkan seluruh kantor pemerintahan berhenti beroperasi. Pasalnya, tidak ada anggaran pemerintah yang disetujui oleh kongres.

Seperti dikutip dari Forbes, Selasa (1/10/2013), imbas dari ditutupnya kegiatan pemerintahan AS ini sangat banyak, mulai dari 800.000 pegawai negeri sipil (PNS) yang berhenti kerja sementara, museum dan taman nasioanl yang tutup, sampai Securities & Exchange Commission (SEC) yang berhenti beroperasi.

Nah, yang terakhir ini yang cukup fatal. Pasalnya, wasit pasar modal AS itu diminta untuk menghentikan seluruh registrasi baru terkait pasar modal, seperti initial public offering (IPO), rights issue, dan sebagainya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini berujung kepada molornya (atau bahkan sampai batal) rencana IPO perusahaan yang saat ini masih mengantri, di antaranya adalah Twitter dan pemilik game Candy Crush.

Raksasa jejaring sosial Twitter sebelumnya sudah mengirimkan dokumen untuk melangsungkan penawaran umum saham perdana alias IPO ke SEC. Nilai IPO-nya diperkirakan ada di rentang US$ 10-20 miliar (Rp 100-200 triliun).

Twitter sendiri belum tidak mau berkomentar banyak, selain hanya mengumumkan sudah melaporkan seluruh keperluan IPO tersebut kepada otoritas bursa melalui kicauan alias tweet yang di-posting oleh manajemen.

Sementara King.com, perusahaan di London pembuat Candy Crush telah menyiapkan segala persyaratan dokumen S-1 dengan Securities and Exchange Comission. Dikabarkan nilai IPO tersebut akan mencapai US$ 5 juta (Rp 50 miliar).

Pemerintah AS belum memutuskan sampai kapan kegiatan operasional pemerintahan dihentikan. Aksi korporasi dua perusahaan yang bergerak di dunia maya itu harus ditunda sampai SEC kembali beroperasi.

Perintah penutupan layanan kantor pemerintah diedarkan 10 menit sebelum pemerintah AS dinyatakan kehabisan uang. Ini karena pihak legislatif tidak menyetujui anggaran baru, yang isinya antara lain menaikkan batas utang pemerintah sehingga bisa menjalankan negara.

Saat ini, kas pemerintah AS menipis karena tidak diperbolehkan menambah utang, untuk menjalankan sejumlah program baru Presiden Barack Obama.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads