Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat di posisi Rp 11.310 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.465 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 24,296 poin (0,56%) ke level 4.340,472 sempat melemah tipis tapi langsung balik arah ke zona hijau tak lama setelah pembukaan. Posisi indeks yang sudah jenuh jual langsung dimanfaatkan investor untuk aksi beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 60,526 poin (1,40%) ke level 4.376,702 berkat maraknya aksi beli saham unggulan. Terjadinya deflasi pada September membuat pelaku pasar semangat beli saham.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan selama September 2013 telah terjadi deflasi hingga 0,37%. Secara tahunan (year on year) tingkat inflasi September 2013 mencapai 7,75%.
Ditutupnya operasional pemerintah AS tidak membuat pelaku pasar berhenti memburu saham. Pelaku pasar sudah melakukan antisipasi akan hal ini sejak pekan lalu.
Menutup perdagangan, Selasa (30/9/2013), IHSG menanjak 29,723 poin (0,69%) ke level 4.345,899. Sementara Indeks LQ45 melonjak 9,301 poin (1,30%) ke level 722,202.
Indeks hanya melemah sebantar di awal perdagangan, setelah itu seharian bertahan di zona hijau. Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini ada di level 4.379,681.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 155.441 kali pada volume 3,716 miliar lembar saham senilai Rp 4,147 triliun. Sebanyak 132 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 102 saham stagnan.
Bursa-bursa regional berhasil bertahan di zona hijau hingga sore hari ini. Penguatannya tidak terlalu tinggi, masih kalah oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 28,92 poin (0,20%) ke level 14.484,72. Â
- Indeks Straits Times menguat 14,27 poin (0,45%) ke level 3.182,14. Â
- Indeks KOSPI bertambah 1,91 poin (0,10%) ke level 1.998,87. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.150 ke Rp 12.300, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 35.950, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 18.450, dan Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 13.300.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 25.500, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 12.400, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 300 ke Rp 4.500, dan Bank Mayapada (MAYA) turun Rp 250 ke Rp 1.060.
(ang/dru)











































