Direktur Keuangan Visi Media Charlie Kasim menyebutkan, saat ini perseroan punya utang senilai US$ 80 juta kepada Deutsche Bank yang akan jatuh tempo pada Februari 2014 mendatang. Kisaran bunganya saat ini mencapai 9%. Untuk bisa melunasi utangnya itu, perseroan mencoba mencari pinjaman perbankan senilai US$ 90 juta.
"Total utang US$ 80 juta ke Deutche Bank. Itu jatuh tempo Februari 2014. Kita berusaha nyari pinjaman sekitar US$ 90 juta," kata Charlie usai acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Kawasan Epicentrum Kuningan, Jakarta, Rabu (2/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Charlie, perseroan akan mencari pinjaman jangka panjang dengan bunga di bawah 9%.
"Kita berusaha cari pinjaman baik dolar maupun rupiah tapi prefer ke rupiah, kita usahakan cari yang di bawah 9%. Ini untuk jangka panjang 4 tahun," ujarnya.
Saat ini, dia menyebutkan, utang di luar perbankan tercatat Rp 150 miliar untuk 2 unit anak usahanya yaitu ANTV dan TVOne. Sementara untuk Vivanews utangnya tercatat Rp 300 juta.
"Ke depan strateginya semua disesuaikan sama kebutuhan, kita mau minjem harus ada return yang jelas. Kalau nggak ada pinjaman cuma ngirit ongkos bagaimana kita bisa lawan perusahaan-perusahaan besar," kata dia.
(drk/ang)










































