Reuters pada Rabu (2/10/2013) menyebutkan, pelemahan dolar terjadi seiring dengan penutupan pemerintahan AS akibat tidak terjadinya kesepakatan atas anggaran pemerintah oleh Kongres AS setelah perdebatan panjang antara Partai Demokrat dan Republik.
Mata uang dolar melemah terhadap yen, euro, dan dolar Australia. Namun tidak terjadi terhadap rupiah. Dolar masih menunjukkan keperkasaannya terhadap rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan masih melemahnya rupiah terhadap dolar karena tingginya permintaan terhadap mata uang paman sam tersebut.
"Demand (permintaan) kita masih tinggi itu mengapa dolar masih menguat terhadap rupiah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi Johansyah, Rabu (2/10/2013).
Apalagi, sambung Difi, banyak pelunasan utang swasta dan pembayaran impor. "Hal ini masih terus terjadi sampai saat ini," tuturnya.
(dru/dnl)











































