Pemerintahan AS Tutup, Kok Dolar Masih Perkasa Terhadap Rupiah?

Pemerintahan AS Tutup, Kok Dolar Masih Perkasa Terhadap Rupiah?

Herdaru Purnomo - detikFinance
Rabu, 02 Okt 2013 13:57 WIB
Pemerintahan AS Tutup, Kok Dolar Masih Perkasa Terhadap Rupiah?
Jakarta - Nilai tukar dolar menyentuh level terendahnya sejak 8 bulan terakhir terhadap mata uang di kawasan Eropa dan Asia. Sayangnya pelemahan dolar tidak terjadi terhadap rupiah. Mengapa?

Reuters pada Rabu (2/10/2013) menyebutkan, pelemahan dolar terjadi seiring dengan penutupan pemerintahan AS akibat tidak terjadinya kesepakatan atas anggaran pemerintah oleh Kongres AS setelah perdebatan panjang antara Partai Demokrat dan Republik.

Mata uang dolar melemah terhadap yen, euro, dan dolar Australia. Namun tidak terjadi terhadap rupiah. Dolar masih menunjukkan keperkasaannya terhadap rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai dengan siang ini atau pukul 14.00 WIB, Reuters mencatat nilai tukar dolar menguat ke level Rp 11.555 dari Rp 11.363 di pembukaan pagi hari tadi.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan masih melemahnya rupiah terhadap dolar karena tingginya permintaan terhadap mata uang paman sam tersebut.

"Demand (permintaan) kita masih tinggi itu mengapa dolar masih menguat terhadap rupiah," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Difi Johansyah, Rabu (2/10/2013).

Apalagi, sambung Difi, banyak pelunasan utang swasta dan pembayaran impor. "Hal ini masih terus terjadi sampai saat ini," tuturnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads