Presiden Obama sudah melakukan pertemuan bersama pemimpin Partai Republik dan Demokrat satu hari setelah habisnya anggaran pemerintah AS yang berujung pada tutupnya pemerintahan.
Pertemuan tersebut berakhir tanpa titik temu. Keputusan mengenai anggaran AS tahun 2013-2014 pun masih mengambang. Obama memperingatkan investor harus siap-siap dengan skenario terburuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika Anda dihadapi pada situasi di mana sebuah faksi ingin dan bisa membuat pemerintah AS gagal bayar utang, itu berarti Anda sedang dalam masalah," kata Obama.
Obama sendiri mengaku tidak mau bernegosiasi dengan Partai Republik dalam masalah anggaran ini sampai Kongres AS bisa mengeluarkan anggaran sementara supaya pemerintahan kembali berjalan serta menambah batas utang pemerintah di atas US$ 16,7 triliun.
Pasalnya, jika batas utang tidak dinaikkan dalam pertengahan bulan ini, maka pemerintah AS bisa mencetak sejarah karena gagal bayar alias default atas utang-utangnya. Hal ini belum pernah terjadi terhadap AS sebelumnya.
"Jika dan pada saatnya nanti... saat voting dimulai dan pemerintahan dibuka kembali, serta jika Kongres sudah bisa mengizinkan pemerintah membayar kewajiban sehingga Amerika tidak akan gagal bayar utang, barulah saya mau bernegosiasi secara baik-baik mengenai seluruh masalah ini," kata Obama.
Presiden negeri Paman Sam itu mengaku sudah mengakomodasi semua keinginan partai oposisi, Republik. Maka dari itu ia menyayangkan aksi Partai Republik yang seolah-olah memeras pemerintah melalui penjegalan rencana naikkan batas utang pemerintah.
"Saya sangat kecewa, karena semua ini sebenarnya tidak perlu terjadi," ujar Obama.
(ang/dnl)










































