Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.230 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.290 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terkoreksi 21,493 poin (0,49%) ke level 4.397,150 kompakan dengan jatuhnya bursa-bursa Asia. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi dijadikan kesempatan investor untuk ambil untung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 34,072 poin (0,77%) ke level 4.384,571 di tengah perdagangan yang sepi. Investor masih menahan diri gara-gara maraknya sentimen negatif yang beredar.
Indeks sama sekali tidak menyentuh teritori positif pada perdagangan hari ini. Aksi jual marak dilakukan investor lokal.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (4/10/2013), IHSG berkurang 29,296 poin (0,66%) ke level 4.389,347. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 5,586 poin (0,76%) ke level 732,907.
Hampir seluruh indeks sektoral langsung kompak melemah, tapi ada dua yang berhasil menguat yaitu sektor perdagangan dan infrastruktur. Saham-saham komoditas dan bank jadi sasaran aksi jual.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 96.189 kali pada volume 3,729 miliar lembar saham senilai Rp 3,811 triliun. Sebanyak 81 saham naik, sisanya 161 saham turun, dan 106 saham stagnan.
Bursa regional kompak berakhir di zona merah tutup pekan ini. Siang tadi sempat ada yang menguat namun kini berakhir kompak melemah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
- Indeks Hang Seng melemah 75,86 poin (0,33%) ke level 23.138,54. Â
- Indeks Nikkei 225 turun 132,94 poin (0,94%) ke level 14.024,31. Â
- Indeks Straits Times berkurang 7,34 poin (0,23%) ke level 3.137,45. Â
- Indeks KOSPI terkoreksi 2,49 poin (0,12%) ke level 1.996,98. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 1.100 ke Rp 12.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 850 ke Rp 18.550, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 600 ke Rp 12.900, dan Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 18.500.
(ang/dnl)











































