Kerugian Mitsubishi Motor Naik 2 Kali Lipat Tahun 2004
Senin, 08 Nov 2004 14:25 WIB
Jakarta - Skandal tengah menerpa perusahaan otomotif terbesar keempat di Jepang, Mitsubishi Motor. Pada tahun 2004 ini diperkirakan perusahaan ini akan mengalami kerugian hingga 2 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yakni sekitar 146,16 miliar Yen atau setara US$ 1,38 miliar. Pada tahun 2003 lalu, Mitsubishi Motor juga mengalami kerugian hingga 80,22 miliar Yen akibat serangkaian kerusakan pada produknya sehingga perusahaan harus menarik secara massal produk-produknya.Seperti dilansir AFP, Senin (8/11/2004), pada 6 bulan pertama yang berakhir pada September 2004 ini, Mitsubishi telah mengalami kerugian hingga 97,69 miliar Yen dari periode sebelumnya 85,79 miliar Yen. Sementara pendapatannya turun 11,3 persen menjadi 1,07 triliun Yen. Untuk satu tahun keuangan yang akan berakhir pada Maret 2005, Mitsubishi memperkirakan mengalami rugi bersih sebesar 240 miliar Yen dan menderita kerugian sebesar 190 miliar Yen dari total penjualan 2,1 triliun Yen. Pada periode 6 bulan ini, Mistubishi telah menyatakan kerugian khusus akibat inspeksi kendaraan gratis dan lain-lain sebesar 19,9 miliar Yen, restrukturisasi di Australia sebesar 6,1 miliar Yen, restrukturisasi fasilitas domestik 6,3 miliar Yen dan pembatalan model bari 7,9 miliar Yen. Perseroan juga menyatakan pendapatan dari kendaraan di Jepang pada 6 bulan terakhir ini turun 37,5 persen menjadi 182,8 miliar Yen sementara pasar AS yang menjadi kunci turun 15,6 persen menjadi 237,3 miliar Yen. Namun di Eropa, pendapatan Mistubishi justru naik 9,2 persen menjadi 348 miliar Yen. Penjualan Mitsubishi di Jepang sendiri telah terpuruk setelah perseroan mengakui adanya kerusakan yang beberapa diantaranya terbukti fatal. Mitsubishi Motor dan pendahulunya yakni unit pembuat Truk yang sekarang menjadi bagian dari DaimlerChysler telah menarik ratusan ribu kendaraannya secara global tahun ini akibat adanya sejumlah kerusakan yang ditemukan. Pada tahun 2002, seorang pengemudi berumur 39 tahun terbunuh di Yamaguchi, Bagian Selatan Jepang setelah kehilangan kontrol atas truk yang dikendarainya. Diduga kuat, hal itu sehubungan dengan kegagalan dalam mekanisme koplingnya. Mitsubishi Motor mengakui kesalahan itu, tapi petinggi perusahaan itu menolak pihaknya ikut bertanggung jawab atas masalah tersebut.
(qom/)











































