Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 15,212 poin (0,35%) ke level 4.404,559 mengikuti penguatan bursa AS pekan lalu. Indeks langsung dibuka positif.
Sempat naik ke posisi tertingginya di level 4.409,767 indeks langsung jatuh ke teritori negatif. Aksi ambil untung menjegal laju penguatan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham komoditas masih jadi incaran aksi beli pagi ini, membuat indeks sektor agrikultur dan tambang menguat cukup tinggi. Indeks bergerak dalam rentang yang tidak terlalu lebar.
Koreksi saham-saham infrastruktur dan konstruksi membuat IHSG tak mampu bertahan di zona hijau. Investor banyak menjual saham-saham lapis dua.
Perdagangan hari ini berjalan cukup cepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 63.085 kali pada volume 1,959 miliar lembar saham senilai Rp 1,962 triliun. Sebanyak 94 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak mixed cenderung melemah hingga siang hari ini. Bursa Singapura jadi satu-satunya pasar modal yang bisa menguat.
Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng turun 169,16 poin (0,73%) ke level 22.969,38. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 144,76 poin (1,03%) ke level 13.879,55. Â
- Indeks Straits Times naik tipis 1,25 poin (0,04%) ke level 3.139,33. Â
- Indeks KOSPI berkurang 2,33 poin (0,12%) ke level 1.994,65. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 28.400, Inti Bangun (IBST) naik Rp 250 ke Rp 6.350, Renuka (SQMI) naik Rp 180 ke Rp 900, dan Resources Alam (KKGI) naik Rp 150 ke Rp 2.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Matahari (LPPF) turun Rp 550 ke Rp 10.900, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.000, Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 30.450, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 35.150.
(ang/dru)











































