Hal itu yang dilakukan oleh miliuner terkaya ketiga di dunia, Warren Buffet. Ia berhasil meraup untung hingga US$ 10 miliar atau sekitar Rp 100 triliun gara-gara berani berinvestasi saat krisis ekonomi 2008 lalu.
Buffet mengatakan, memang sudah seharusnya investor tidak panik ketika pasar anjlok gara-gara krisis. Investor yang punya dana harus bisa jeli menebak investasi apa yang kira-kira bisa tumbuh dengan baik setelah krisis usai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, cukup sulit untuk tidak ikut panik ketika pasar anjlok. Namun sebaiknya investor justru membeli saham yang dijual murah oleh investor yang ketakutan.
Saat likuiditas pasar mengetat pada krisis finansial 2008, sebanyak 6 perusahaan raksasa meminjam uang senilai US$ 26 miliar (Rp 260 triliun) dari pria yang jago bermain ukulele ini, melalui perusahaan miliknya yaitu Berkshire Hathaway.
Hasil pinjamannya itu sekarang sudah berbuah, sebagian jadi keuntungan dari bunga utang dan sebagian lagi utangnya diubah menjadi kepemilikan saham. Nah, saham-saham barunya tersebut juga menjadi mesin uang baru baginya.
(ang/dru)











































