Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup
per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.200 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 21,949 poin (0,49%) ke level 4.479,387 melanjutkan penguatan kemarin. Saham-saham unggulan kembali jadi sasaran aksi beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 27,502 poin (0,62%) ke level 4.484,062. Aksi beli di saham-saham unggulan punya andil besar dalam penguatan kali ini.
Setelah naik ke posisi tertingginya yang menembus level 4.500 laju penguatan IHSG mulai melambat. Beberapa investor ada yang melakukan aksi ambil untung atas posisi yang sudah tinggi tersebut.
Mengakhiri perdagangan, Kamis (10/10/2013), IHSG ditutup naik 29,240 poin (0,66%) ke level 4.486,678. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,486 poin (0,87%) ke level 755,198.
Saham-saham komoditas dan sektor finansial masih memimpin penguatan. Penguatan IHSG terhambat pelemahan saham-saham di sektor perdagangan dan konsumer.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 154.563 kali pada volume 5,071 miliar lembar saham senilai Rp 6,054 triliun. Sebanyak 157 saham naik, sisanya 104 saham turun, dan 87 saham stagnan.
Sejak pagi hingga sore ini bursa-bursa Asia bergerak variatif. Pelaku pasar masih berhati-hati dalam transaksi sambil memantau situasi tutupnya pemerintahan AS.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 20,84 poin (0,94%) ke level 2.190,93. Β
- Indeks Hang Seng melemah 82,67 poin (0,36%) ke level 22.951,30. Β
- Indeks Nikkei 225 melonjak 156,87 poin (1,12%) ke level 14.194,71. Β
- Indeks Straits Times naik 19,86 poin (0,63%) ke level 3.174,70. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Nipress (NIPS) naik Rp 1.050 ke Rp 18.800, Indo Tambangraya (OTMG) naik Rp 700 ke Rp 30.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 650 ke Rp 20.750, dan Matahari (LPPF) naik Rp 350 ke Rp 11.400.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.000 ke Rp 31.000, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 12.500, MNC (MNCN) turun Rp 300 ke Rp 2.600, dan Global Mediacom (BMTR) turun Rp 205 ke Rp 1.970.
(ang/dru)











































