IHSG Ukir Rekor Tertinggi

Tembus Level 900

IHSG Ukir Rekor Tertinggi

- detikFinance
Selasa, 09 Nov 2004 16:25 WIB
Jakarta - IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (9/11/2004) menguat 12,642 poin dengan menembus rekor baru di level 901,380. Kenaikan ini dipicu oleh saham-saham blue chips, selain karena terus turunnya harga minyak dunia di bawah US$ 50 per barrel.Indeks LQ 45 naik 2,884 poin pada level 197,354, JII naik 1,955 poin pada level 150,137, MBX naik 3,834 poin pada level 239,934, dan DBX naik 0,928 poin pada level 209,741.Perdagangan di pasar reguler berlangsung ramai dengan transaksi yang terjadi sebanyak 15.204 kali pada volume 1.550.025 lot saham senilai Rp 904,518 miliar. Sebanyak 73 saham naik harganya, 41 saham turun, dan 261 saham stagnan.Saham yang naik di top gainer didominasi saham-saham blue chips, yakni Astra Internasional (ASII) naik Rp 350 menjadi Rp 8.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 menjadi Rp 6.450, Indosat (ISAT) naik Rp 150 menjadi Rp 5.350, BRI (BBRI) naik Rp 75 menjadi Rp 2.050, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 4.675, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 50 menjadi Rp 3.700.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top looser antara lain, Ades Alfindo (ADES) turun Rp 225 menjadi Rp 2700, Ramayana Lestari Sentosa (RALS) turun Rp 25 menjadi Rp 800, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIN) turun Rp 25 menjadi Rp 1.425, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 25 menjadi Rp 1.050 dan Bhakti Investama (BHIT) turun Rp 10 menjadi Rp 270.Menguatnya indeks yang mencetak rekor baru di level 900-an ini terutama dimotori saham-saham unggulan seperti Astra International dan Telkom. Investor kembali memburu saham-saham unggulan karena ada peluang indeks akan mengalami reli melihat kondisi bursa global yang terus naik. Selain itu harga minyak dunia yang turun di bawah level US$ 50 per barrel juga memberikan sentimen postif.Sebelumnya para analis juga mengatakan bahwa keinginan investor asing yang masuk ke BEJ karena menilai harga saham-saham di Indonesia masih lebih murah dibandingkan bursa regional lainnya. Konsisi itu juga ditunjang oleh stabilnya makro ekonomi Ind seperti terjaganya inflasi rupiah dan suku bunga.Level IHSG kali ini merupakan yang tertinggi sejak berdirinya bursa efek di Indonesia. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads