Industri Kaca Nasional Belum Butuh Proteksi Safe Guard
Selasa, 09 Nov 2004 16:40 WIB
Jakarta -
Pelaku industri kaca nasional menilai sampai saat ini Indonesia belum membutuhkan adanya kebijakan safe guard sejenis proteksi untuk melindungi produk kaca nasional dari membanjirnya produk kaca impor khususnya dari Cina. Kebijakan safe guard ini telah dilakukan pada industri keramik.Demikian diungkapkan oleh Margono Dojosumarto, Ketua Asosiasi Produsen Kaca Lembaran dan Pengaman disela paparan publik PT Asahmias Flat Glass Tbk (AMFG) yang berlangsung di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Selasa,(9/11/2004).Menurut Margono, safe guard belum bisa diterapkan di industri kaca meski sudah dilakukan di industri keramik karena produsen kaca nasional khawatir terjadi counter attack atas kebijakan tersebut.Pasalnya jika kondisi itu diterapkan, produk-produk kaca dari Cina juga akan terkena dampaknya. Padahal selama ini volume pasar kaca lembaran untuk industri otomotif ke Cina mencapai sepuluh kali lipat daripada pasar nasional.Sementara Direktur Asahimas Rusli Pranadi mengatakan, PT Asahimas Flat Glass Tbk per September 2004 membukukan laba bersih sebesar Rp 135,295 miliar atau turun 8,39 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 147,697 miliar.Menurutnya, penurunan laba bersih ini disebabkan adanya rugi kurs sebesar Rp 15,473 miliar per September 2004 dibanding periode sama tahun lalu yang laba kurs sebesar Rp 16,977 miliar.Namun dari sisi operasional perseroan mengalami kenaikan laba usaha sebesar Rp 191,087 miliar dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 187,166 miliar. Hal ini seiring dengan naiknya penjualan perseroan dari Rp 1,017 trilun per September 2003 menjadi Rp 1,039 triliun per September 2004.
(djo/)










































